Kumparan Logo

Transaksi Digital Makin Pesat, Kemudahan Aplikasi Jadi Kebutuhan Pengguna

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi belanja online menggunakan mobile banking. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi belanja online menggunakan mobile banking. Foto: Shutterstock

Pertumbuhan transaksi digital di Indonesia terus menunjukkan kuatnya perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan berbasis digital. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,50 miliar transaksi pada Juli 2026, tumbuh 28,69% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan juga terjadi pada transaksi melalui internet dan aplikasi mobile yang masing-masing meningkat 9,39% dan 24,25% secara tahunan. Sementara itu, transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tumbuh lebih tinggi, yakni 82,42% yoy, seiring meningkatnya jumlah pengguna dan merchant.

Perkembangan tersebut menunjukkan transaksi digital semakin terintegrasi dengan aktivitas finansial masyarakat sehari-hari. Kondisi ini turut mendorong perubahan kebutuhan konsumen, termasuk terhadap kemudahan, kecepatan, dan keandalan aplikasi keuangan yang digunakan.

Survei Ipsos Indonesia menunjukkan kemudahan dan efisiensi menjadi sejumlah faktor penting dalam penggunaan layanan bank digital. Sebanyak 71% responden menyebut proses transaksi yang mudah dan cepat sebagai salah satu pertimbangan utama. Selanjutnya, 66% mempertimbangkan kelengkapan produk dan fitur transaksi, sedangkan 61% menilai kemudahan penggunaan aplikasi sebagai faktor penting.

Adapun 57% responden menyebut proses pembukaan rekening yang sederhana turut mendorong penggunaan aplikasi bank digital.

SeaBank membuktikan hasil kinerja yang baik dengan catat tren bisnis positif sepanjang Kuartal I-2026. Foto: Dok. Istimewa

Managing Director Ipsos Indonesia Hansal Savla mengatakan pengalaman menggunakan aplikasi bank digital kini tidak hanya berkaitan dengan tersedianya layanan perbankan secara digital, tetapi juga mencakup kecepatan transaksi, stabilitas sistem, kemudahan antarmuka, hingga kelancaran proses bagi pengguna.

“Seiring semakin terintegrasinya bank digital dengan aktivitas finansial sehari-hari, pengguna bank digital tidak hanya membutuhkan akses terhadap layanan perbankan secara digital, tetapi juga pengalaman yang mudah, cepat, stabil, dan dapat diandalkan,” ujar Hansal dalam keterangannya, Rabu (30/9).

Menurut dia, performa aplikasi dan kemudahan penggunaan menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman pengguna terhadap sebuah layanan bank digital.

Temuan survei Ipsos Indonesia juga memperlihatkan persepsi positif terhadap performa aplikasi SeaBank. Pada atribut kelancaran dan kecepatan respons aplikasi dalam pemrosesan transaksi, SeaBank mencatat persepsi positif sebesar 67%.

Sementara pada aspek stabilitas aplikasi dengan minim gangguan atau error, SeaBank mencatat angka 66%. Temuan tersebut menunjukkan performa teknis menjadi salah satu aspek yang diperhatikan pengguna ketika menjalankan transaksi keuangan secara digital.

Selain performa, kemudahan penggunaan juga menjadi bagian dari pengalaman pengguna. Dalam atribut kemudahan dan kesederhanaan memahami interface, SeaBank mencatat persepsi positif sebesar 56%.

Pada aspek kemudahan membuka rekening, SeaBank mencatat 54%. Angka tersebut menunjukkan bahwa proses onboarding yang sederhana serta navigasi aplikasi yang mudah dipahami menjadi bagian dari pengalaman pengguna dalam mengakses layanan keuangan digital.

Ilustrasi belanja kosmetik online. Foto: PeopleImages/Shutterstock

Perkembangan ini sejalan dengan semakin rutinnya masyarakat menggunakan layanan digital untuk berbagai kebutuhan finansial. Ketika frekuensi transaksi meningkat, kebutuhan terhadap aplikasi yang responsif, stabil, dan mudah digunakan juga semakin menjadi perhatian.

“Preferensi konsumen terhadap bank digital terus berkembang seiring semakin beragamnya kebutuhan transaksi sehari-hari. Ketika aplikasi menjadi bagian dari aktivitas finansial yang semakin rutin, pengalaman yang mudah, cepat, stabil, dan dapat diandalkan jadi semakin relevan dalam membangun pengalaman konsumen terhadap layanan digital banking,” kata Hansal.

instagram embed