Kenalan sama Agatha Christie, yuk! (Part 3)

We will share everything about English countries (UK, America, Australia) including its culture, language, knowledge, and fun facts!
Tulisan dari english major tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Setelah mengetahui latar belakang Agatha Christie serta novel pertamanya, sekarang adalah saatnya untuk mengenal novel best-seller Christie yang berjudul: And Then There Were None (Lalu Semuanya Lenyap)

Dari enam puluhan novel yang sudah diterbitkan, tentu saja banyak di antaranya yang menjadi pilihan favorit para pembaca. Berbeda dari novel yang lain, di sini kalian tidak akan menemukan Hercule Poirot atau Miss Marple. Namun, And Then There Were None adalah novel yang paling digemari sepanjang masa. Kenapa?
1. Kompleksitas cerita dengan karakter terbatas Novel ini berfokus kepada 10 karakter utama yang memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda-beda. Namun, bisa dibilang pemeran utamanya adalah Vera Claythrone, seorang sekretaris yang akan pergi ke Pulau Soldier bersama delapan orang lainya. Sedangkan dua karakter lain adalah pelayan yang baru saja diangkat oleh pemilik rumah di pulau terpencil tersebut, Tuan U.N. Owen. Inti permasalahan cerita berputar di antara sepuluh orang yang terjebak di Pulau Soldier dan tidak bisa melarikan diri karena tidak bisa membuat panggilan keluar. Kecurigaan antara satu sama lain membuat cerita begitu kompleks dan menegangkan.
2. ‘Ten Little Soldiers’ Di setiap ruangan rumah mewah di pulau terpencil tersebut, terdapat sebuah puisi yang dipajang di tembok dengan cantik. Puisi tersebut berisikan tentang sepuluh tentara yang mati secara bergiliran dengan cara yang berbeda-beda.

3. Permainan kata Bukan hanya puisi yang dijadikan kunci dari misteri di novel ini. Ternyata, Tuan U. N. Owen, orang yang mengundang kesepuluh dari mereka ke rumah tersebut, adalah orang tanpa identitas. Mengapa? Karena U. N. Owen, jika dibaca baik-baik, diucapkan sebagai ‘Unknown’, atau ‘tidak diketahui. Wah, jadi siapa yang membawa mereka ke rumah tersebut?
4. Plot cerita yang bikin deg-degan hingga geregetan Tekad dan usaha mereka untuk melarikan diri dari pulau tersebut menimbulkan banyak sekali konflik. Mulai dari kecurigaan, kebencian, emosi yang meledak-ledak, hingga timbulnya cinta lokasi terjadi dalam satu cerita. Bahkan, yang saling membencipun terpaksa harus menolong satu sama lain agar bisa kabur. Namun, di sela-sela usaha mereka, pasti selalu ada saja kesulitan yang tidak diduga-duga akan datang.
5. Mati satu per satu Sudah jelas, di setiap novel misteri Agatha Christie, pasti ada yang mati. Namun, di cerita ini, kesepuluh karakter tersebut mati semua!!! Benar. Nyawa mereka hilang satu per satu. Parahnya lagi, cara mereka kehilangan nyawa sama persis dengan cara kematian yang tertulis pada puisi Then Little Soldiers.
6. Siapa pembunuhnya? Kalau semua karakter utama berujung kehilangan nyawa, maka siapakah pembunuhnya? Salah satu dari mereka? Ada orang yang mengawasi mereka dari luar pulau? Atau sebenarnya… ada orang kesebelas di pulau itu yang selama ini bersembunyi?

Novel ini sudah diadaptasi sebanyak dua kali di BBC Radio, tiga kali di panggung teater, sembilan kali di layar lebar, dan terakhir kali adalah TV series yang ditayangkan di stasiun televisi BBC One.
Ingin mengetahui kebenaran dari misteri tersebut? Kamu bisa membeli novelnya atau tonton adaptasi TV seriesnya di BBC One. [Adr]
