Konten dari Pengguna

Model Minority: Jadi Seorang Asian di Amerika Serikat

english major

english major

We will share everything about English countries (UK, America, Australia) including its culture, language, knowledge, and fun facts!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari english major tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Model Minority: Jadi Seorang Asian di Amerika Serikat
zoom-in-whitePerbesar

Pernah dengar sebutan model minority? Termin tersebut ditujukan kepada sekelompok minoritas, berdasarkan agama ataupun ras, yang anggotanya mendapatkan atau memiliki tingkat pendidikan atau kesuksesan lebih tinggi dibandingkan dengan anggotanya yang lain. Di Amerika Serikat sendiri, model minority terdiri dari beberapa kelompok, di antaranya adalah orang-orang Afrika-Amerika, para Muslim, Latina, maupun orang-orang Asia-Amerika.

Nah, bagaimana dengan kelompok orang (atau keturunan) Asia yang tinggal di Amerika Serikat? Tentu saja orang selain dari ras Asia sudah memiliki stereotipe tersendiri.

Diasumsikan bahwa orang Asia memiliki keunggulan secara akademik, mengetahui segala hal (ya, semacam ensiklopedia berjalan), dan pintar matematika. Tentu saja hal ini tidak berlaku mutlak. Tidak hanya itu, orang Asia juga dianggap sangat patuh, pasif, dan lemah.

Asumsi-asumsi ini tentu tidak mutlak berlaku pada semua orang. Sayangnya, stereotipe tersebut berlaku di masyarakat. Secara tidak langsung, asumsi tersebut merugikan banyak orang-orang Asia yang tinggal di sana. Ekspektasi-ekspektasi yang dimiliki masyarakat menjadi limitasi mereka untuk bebas mengekspresikan diri mereka sebagai satu individu, bukan sebagai ras.

Salah satu contohnya adalah kesulitan yang dialami para pria Asia di Amerika. Karena adanya anggapan bahwa “seharusnya” mereka adalah orang yang patuh, taat, pasif, dan lemah, maka saat sebenarnya mereka memiliki sifat aktif, senang berargumen, dan memiliki keberanian untuk menolak atau memberi gagasan baru, hal ini akan dianggap tidak wajar. Asumsi ini pula yang membuat masih banyak pria Asia yang tidak bisa memiliki jabatan tinggi di perkantoran karena dianggap pasif.

Tapi jangan pesimis! Hal tersebut tidak membuktikan bahwa menjadi seorang Asia di Amerika tidak bisa menjadi sukses. Seperti kisah Michael Wang yang ditolak oleh banyak universitas walaupun nilainya lebih bagus dari orang-orang berkulit putih. Kekecewaan memang ada, tapi ia berhasil mengubah kekecewaan itu menjadi hal yang lebih produktif, seperti mendapatkan kesempatan untuk bernyanyi di pelantikan Barack Obama, misalnya.

Selalu ada jalan kesuksesan yang lain walaupun terasa berat. Jangan lupa juga kalau masih banyak orang-orang Asia yang berhasil mengenyam pendidikan di AS dengan beasiswa. Semoga stereotip yang ada terhadap orang Asia di Amerika bisa cepat luntur, ya! [Adr]

Reference:

https://www.theatlantic.com/business/archive/2016/06/professional-burdens-model-minority-asian-americans/485492/

http://www.economist.com/news/briefing/21669595-asian-americans-are-united-states-most-successful-minority-they-are-complaining-ever