Kumparan Logo

40 Tahun Berkarya, Ria Resty Fauzy Comeback Lewat Single 'Rindu Yang Menyiksa'

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyanyi senior Ria Resty. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Penyanyi senior Ria Resty. Foto: Istimewa

Penyanyi senior Ria Resty Fauzy merayakan empat dekade perjalanan kariernya di industri musik Indonesia dengan cara yang berbeda. Tak hanya menggelar konser bertajuk 40 Tahun Berkarya Ria Resty Fauzy, ia juga memperkenalkan single terbaru berjudul Rindu Yang Menyiksa sebagai penanda babak baru dalam perjalanan bermusiknya.

Lagu ciptaan Dommy Alen itu diproduseri langsung oleh Ria. Single tersebut menjadi karya terbaru sang penyanyi setelah cukup lama vakum dari industri rekaman.

Melalui Rindu Yang Menyiksa, Ria tetap mempertahankan karakter vokal khas yang telah melekat sejak era 1980-an dan 1990-an. Lagu tersebut dikemas dengan aransemen pop melankolis yang mengedepankan emosi dan kekuatan lirik.

Penyanyi senior Ria Resty. Foto: Istimewa

Bagi Ria, kembalinya ia ke dunia rekaman bukan sekadar untuk bernostalgia, melainkan membuktikan bahwa dirinya masih ingin terus berkarya.

"Bagi saya, kembali bernyanyi bukan soal mengejar popularitas atau materi. Musik sudah menjadi bagian dari hidup saya selama 40 tahun, dan panggung selalu punya tempat yang tidak bisa digantikan apa pun," ujar Ria dalam keterangan tertulis.

Ia berharap Rindu Yang Menyiksa dapat menjadi awal perjalanan baru sekaligus diterima oleh penikmat musik lintas generasi.

"Saya ingin kembali berkarya, kembali menciptakan lagu yang bisa diterima masyarakat, dan semoga Rindu Yang Menyiksa menjadi awal perjalanan baru itu. Kalau masih ada penonton yang berdiri, bernyanyi bersama, lalu memberikan tepuk tangan dengan tulus, itulah bayaran paling mahal yang pernah saya terima," lanjutnya.

Nama Ria Resty Fauzy dikenal sebagai salah satu penyanyi pop Indonesia yang bersinar pada era 1980-an hingga 1990-an. Ia melahirkan sejumlah lagu populer seperti Cintaku Sedalam Lautan Atlantik, Sinar Matamu Bagai Besi Sembrani, Cintaku Sampai ke Ethiopia, Sepatu dari Kulit Rusa, hingga Kututup Layar Cintaku.

video youtube embed

Popularitasnya bahkan menjangkau Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Selama berkarier, Ria juga meraih berbagai penghargaan, di antaranya lima Golden Record, BASF Awards lewat lagu Cintaku Sampai ke Ethiopia pada 1987, serta HDX Awards untuk Kututup Layar Cintaku pada 1988.

Perayaan 40 tahun karier Ria berlangsung di Ballroom Golden Boutique Hotel, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6). Konser tersebut menghadirkan sejumlah musisi senior seperti Obbie Messakh, Endang S. Taurina, Ratih Purwasih, Lies Meinawati, Julian Dekrita, Etrie Jayanti, dan Gandhi S yang turut membawakan lagu-lagu hits Ria.

Melalui konser dan perilisan Rindu Yang Menyiksa, Ria Resty Fauzy ingin menunjukkan bahwa perjalanan seorang musisi tak berhenti hanya karena waktu terus berjalan. Setelah 40 tahun berkarya, ia memilih membuka lembaran baru dengan terus menghadirkan karya bagi para penikmat musik Indonesia.