5 Berita Populer: Musik K-Pop Ditinggalkan; XXI Kembali Larang Bawa Tumbler
ยทwaktu baca 4 menit

Musik K-pop perlahan ditinggalkan menjadi berita populer pada hari Minggu (7/6).
Selain itu, cinema XXI kembali melarang penonton membawa tumbler juga menjadi sorotan.
Berikut adalah rangkuman dari 5 berita populer yang menyita perhatian sepanjang hari kemarin.
Musik K-Pop di Indonesia Perlahan Ditinggalkan Pendengarnya, Beralih ke Hipdut
Tren K-Pop, yang sempat menguasai hati jutaan penggemar, kini perlahan mulai ditinggalkan. Banyak "fans sepuh" seperti Rafifah Ulayya (23) yang beralih menjadi 'casual listener' atau bahkan mendengarkan genre lain, salah satunya Hipdut yang bikin "melek".
Fenomena ini bukan tanpa alasan. Rafifah menyebut ketatnya 'fandom culture' dan seringnya 'fandom war' membuat penggemar 'burnout' dan merasa tidak nyaman. Selain itu, konsep musik K-Pop yang cenderung stagnan dan mulai kebarat-baratan juga dianggap kehilangan identitas, berbeda dengan musik Indonesia yang terus berinovasi. Data Spotify pun menunjukkan penurunan drastis jumlah musisi Korsel di Top 50 Artists Indonesia, dari 8 di November 2021 menjadi hanya 1 (BTS) di Mei 2026.
Zaini, dosen Prodi Bahasa dan Kebudayaan Korea UI, mengamini adanya kejenuhan di kalangan Gen Z terhadap lagu-lagu K-Pop. Menurutnya, industri musik Korea perlu melakukan terobosan kreatif agar bisa kembali memikat pasar. Tak hanya di ranah musik digital, jumlah konser K-Pop di Indonesia juga terpantau menurun, menandakan pergeseran selera yang tak bisa dihindari.
Campaign "Bring Your Tumbler" Berakhir, XXI Kembali Larang Bawa Tumbler
Setelah satu bulan penuh memberikan kelonggaran, kampanye ramah lingkungan "Bring Your Tumbler, Save the Planet" yang diinisiasi Cinema XXI resmi berakhir pada 5 Juni 2026. Dengan ini, kebijakan lama pun kembali berlaku: penonton dilarang membawa makanan dan minuman dari luar, termasuk botol minum pribadi atau tumbler, ke dalam area bioskop.
Meski demikian, pihak XXI menyampaikan apresiasi kepada Sobat XXI yang telah berpartisipasi, mengklaim bahwa inisiatif ini berhasil menekan penggunaan lebih dari 20 ribu kemasan plastik. Hal ini menunjukkan dampak besar dari kebiasaan sederhana.
Cinema XXI menegaskan bahwa komitmen mereka terhadap gerakan sustainability tidak berhenti di sini. Mereka akan terus berinovasi, mulai dari 'upcycling' layar bekas menjadi tas hingga minyak jelantah diolah menjadi bahan baku biofuel.
Terganggu Usai Namanya Dicatut, Surya Saputra: Teman-teman Sempat Salah Paham
Aktor senior Surya Saputra dibuat geram setelah namanya dicatut dan fotonya digunakan tanpa izin oleh sebuah akun di platform X. Kejadian ini membuatnya terganggu, apalagi banyak teman dan kerabat yang sempat salah paham dan mengira akun tersebut benar-benar miliknya.
Surya mengaku menerima banyak pertanyaan bernada khawatir dari teman-temannya yang melihat unggahan kasar dari akun palsu tersebut. Ia khawatir masyarakat akan berpikir bahwa semua postingan itu berasal darinya, padahal ia sendiri tidak punya akun di Twitter.
Karena merasa nama baik dan kredibilitasnya terdampak, Surya akhirnya mengambil langkah hukum. Ia melaporkan akun tersebut ke Polda Metro Jaya, berharap pemiliknya segera ditelusuri agar kejadian serupa tidak meluas dan merugikan orang lain.
Pengacara Sebut Ratu Sofya Belum Terima Honor di Film Terbarunya
Kabar tak sedap datang dari aktris muda Ratu Sofya. Kuasa hukumnya, Toguh Hutapea, mengungkapkan bahwa Ratu belum menerima sepeser pun honor atas keterlibatannya di film "Dosa: Penebusan atau Pengampunan". Mirisnya, Toguh juga menegaskan bahwa Ratu sudah berjuang menjadi tulang punggung keluarga sejak usia 13 tahun.
Ratu Sofya sendiri membantah tudingan yang menyebutnya menolak melakukan promosi film. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya memperjuangkan haknya yang belum dipenuhi dan meminta permintaan maaf atas persoalan yang terjadi.
Situasi ini semakin memanas dengan laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan Ratu terhadap produser dan co-produser film tersebut. Kuasa hukum Ratu, Zion Natongam Tambunan, menilai tuduhan dari pihak terlapor telah menimbulkan dampak negatif bagi reputasi kliennya sebagai figur publik. Laporan kini tengah didalami oleh Polda Metro Jaya.
Angga Puradiredja Baru Paham Makna Lagu Sendiri Lewat Musikal Senja Teduh Pelita
Siapa sangka, pencipta lagu pun bisa terkejut dengan makna karyanya sendiri. Inilah yang dialami Angga Puradiredja, vokalis Maliq & D'Essentials. Ia mengaku baru memahami makna mendalam dari lagu-lagu di album ketujuhnya, "Senandung Senandika", setelah karya-karya tersebut diadaptasi menjadi pertunjukan musikal "Senja Teduh Pelita".
Angga bahkan tertawa menceritakan bagaimana ia tak mengerti lagu-lagu tentang kehidupan tersebut, dan baru setelah 10 tahun kemudian, sutradara Nuya Susantono dan Jakarta Movin bisa menerjemahkannya. Musikal "Senja Teduh Pelita" sendiri merupakan pertunjukan science fiction futuristik yang merangkai tak kurang dari 20 lagu Maliq & D'Essentials.
Kisah musikal ini membawa penonton ke masa depan yang porak-poranda akibat perubahan iklim dan konflik, menyajikan pesan reflektif tentang harapan dan perjuangan generasi muda. Antusiasme penonton membuat pertunjukan yang semula digelar 3-5 Juli 2026 ini diperpanjang hingga 12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.
