Kumparan Logo

5 Berita Populer: Tantri Kotak Korban Investasi Bodong; Review Film Obsession

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tantri Kotak di kumparan. Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tantri Kotak di kumparan. Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Kisah Tantri Kotak yang diduga jadi korban investasi bodong menjadi berita populer pada hari Minggu (28/6).

Selain itu, ulasan mendalam tentang film horor psikologis, Obsession juga menjadi sorotan.

Berikut adalah rangkuman dari 5 berita populer yang menyita perhatian sepanjang hari kemarin.

Berawal dari Pertemanan, Tantri Kotak Diduga Jadi Korban Investasi Bodong

Tantri Kotak di kumparan. Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Kabar tak menyenangkan datang dari vokalis band Kotak, Tantri Syalindri. Ia mengaku menjadi korban penipuan investasi bodong yang diduga dilakukan oleh teman dekatnya sendiri, Popi Novitasari. Kerugian yang ditaksir mencapai angka fantastis, hampir Rp 10 miliar.

Cerita pilu ini bermula dari pertemanan di komunitas ibu-ibu sekolah anak mereka yang sudah terjalin lima tahun lamanya.

Tantri bercerita bahwa pelaku sangat lihai memainkan psikologis dan membangun kepercayaan dalam waktu yang lama. Pelaku, seorang single mother, awalnya menawarkan produk investasi dengan dalih butuh bantuan untuk menstabilkan posisinya di pekerjaan. Namun, kejanggalan mulai muncul pada pertengahan Juni 2025 ketika Popi menghilang setelah transfer terakhir dilakukan. Komunikasi terputus total, media sosial dihapus, dan rumahnya ternyata adalah rumah orang tua yang juga sudah angkat tangan.

Lebih miris lagi, uang yang dibawa lari bukan hanya milik Tantri, melainkan juga tabungan pendidikan anak-anaknya dan dana pengobatan kanker milik salah satu temannya. Skema penipuan ini ternyata sudah berjalan sejak 2017 dengan modus berbeda, dan jika dikalkulasi dengan korban lain, total kerugiannya mencapai Rp 9,7 miliar.

Review Obsession: Ketika Obsesi Lebih Menakutkan dari Hantu

Poster film Obsession. Foto: IMDb

Film horor psikologis "Obsession" sukses bikin penonton merinding dan jadi perbincangan hangat. Disutradarai Curry Barker, film ini membuktikan bahwa budget minim tak jadi penghalang untuk karya yang berkualitas. Dengan biaya produksi hanya 750 ribu dolar AS, Obsession berhasil meraup lebih dari Rp 4,7 triliun di seluruh dunia, mencetak rekor fantastis bagi Focus Features.

Cerita film ini berpusat pada Bear (Michael Johnston) yang terobsesi pada Nikki (Inde Navarrette). Segalanya berubah ketika permintaan Bear untuk mendapatkan Nikki terkabul secara misterius, namun ada harga mahal yang harus dibayar. Penampilan Inde Navarrette sebagai Nikki patut diacungi jempol. Ia mampu bertransisi dari sosok yang hangat menjadi entitas mengerikan dalam sekejap, membuat penonton terpukau sekaligus ketakutan.

Yang bikin film ini makin nendang adalah horor sesungguhnya bukan datang dari hantu, melainkan dari obsesi dan ego karakter Bear sendiri. Film ini secara cerdas menggali sisi gelap hubungan asmara yang tidak sehat, membawanya ke titik ekstrem yang mengerikan. "Obsession" jadi pengingat betapa berbahayanya jika kita membiarkan obsesi menguasai diri.

Alami Kerugian Rp 10 M Usai Ditipu, Tantri Kotak Siap Polisikan Popi Novitasari

Tantri Kotak di kumparan. Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Tak tinggal diam setelah menjadi korban penipuan investasi bodong, Tantri Kotak dan puluhan korban lainnya siap menempuh jalur hukum. Vokalis ini menegaskan bahwa ia tidak bisa memaafkan secara utuh karena dampak penipuan ini sudah sangat meluas, termasuk uang untuk biaya kemoterapi kanker salah satu temannya yang ikut raib. Langkah pelaporan polisi ini diharapkan bisa membawa keadilan bagi para korban.

Arda Naff, suami Tantri, mengungkapkan bahwa istrinya mengalami tekanan psikologis yang cukup berat. Tantri sering murung dan merasa bersalah atas kejadian ini, namun Arda terus memberi dukungan. Ia juga menyoroti betapa terstrukturnya cara pelaku, Popi Novitasari, menghilangkan jejak, mulai dari keluar grup percakapan, menghapus akun media sosial, hingga keluar dari tempat kerjanya. Semua tindakan ini mengindikasikan bahwa ini adalah modus penipuan yang terencana.

Sebagai bentuk sanksi sosial dan peringatan bagi orang lain, Tantri dan Arda akhirnya mengungkap identitas pelaku, Popi Novitasari, secara terang-terangan. Harapannya, tidak ada lagi korban selanjutnya yang terjerat oleh tipuan serupa.

Konser di Jakarta, Guns N’ Roses Hadirkan Artwork hingga Merchandise Eksklusif

Suasana konfrensi pers Guns N' Roses yang digelar di Jakarta Jumat (26/6). Foto: Gitario Vista I/kumparan

Kabar gembira buat para penggemar rock legendaris! Konser Guns N’ Roses di Jakarta tak hanya menjanjikan aksi panggung yang spektakuler, tapi juga akan memanjakan fans dengan sentuhan eksklusif. Promotor menggandeng seniman lokal asal Yogyakarta, Eko Nugroho, untuk membuat artwork edisi khusus Jakarta. Ini menjadi salah satu pembeda konser GNR di Indonesia dari kota-kota lain dalam rangkaian tur dunia mereka.

Anas Syahrul Alimi dari PT Rajawali Indonesia menjelaskan bahwa desain poster sudah rampung dan tinggal menunggu persetujuan manajemen GNR. Pemilihan Eko Nugroho yang sudah berkolaborasi dengan brand ternama seperti Louis Vuitton ini diharapkan mampu merepresentasikan suasana dan identitas Jakarta. Ini adalah kesempatan langka bagi penggemar untuk mendapatkan memorabilia konser yang unik dan bernilai koleksi tinggi.

Selain artwork eksklusif, Rajawali Indonesia juga memastikan merchandise resmi yang dijual di lokasi konser adalah produk orisinal yang dibawa langsung oleh Guns N’ Roses, bukan produksi lokal.

Film Minions & Monsters Tayang 30 Juni, Ikuti Ambisi Para Minion Membuat Film

Sejumlah boneka minions diletakkan di kursi penonton sebagai pembatas di bioskop MK2 di Paris, Prancis. Foto: Benoit Tessier/REUTERS

Film "Minions & Monsters" siap mengajak penonton kembali ke era kejayaan Hollywood tahun 1920-an. Kali ini, makhluk kuning menggemaskan ini punya ambisi besar: membuat film monster mereka sendiri di tengah gemerlapnya industri perfilman yang sedang berkembang pesat.

Disutradarai Pierre Coffin dan Patrick Delage, film animasi produksi Illumination dan Universal Pictures ini akan menceritakan perjalanan Minion yang berusaha menaklukkan Hollywood. Namun, rencana mereka berubah menjadi kekacauan total ketika para Minion menggunakan mantra supranatural untuk memanggil monster sungguhan. Bukannya sukses bikin film, aksi mereka justru memicu kekacauan yang mengancam dunia.

"Minions & Monsters" juga akan memperkenalkan makhluk bergaya Lovecraftian yang digambarkan memiliki penampilan menggemaskan, menambah keseruan petualangan mereka. Jangan sampai kelewatan aksi kocak dan menegangkan para Minion ini di bioskop mulai 30 Juni! Siap-siap dibuat gemas sekaligus tegang dengan tingkah polah mereka.