Kumparan Logo

Adu Ide dan Berburu Talenta Baru di Hari Kedua LA Indie Movie

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Story pitch dan talent hunt saat hari kedua LA Indie Movie di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Story pitch dan talent hunt saat hari kedua LA Indie Movie di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

LA Indie Movie 2026 kembali digelar pada hari kedua di Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (14/6). Tak hanya menjadi ajang adu ide cerita lewat kompetisi Story Pitch, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi sineas muda untuk menunjukkan kemampuan mereka melalui Talent Hunt.

Dalam kompetisi Story Pitch, para peserta mempresentasikan ide film pendek mereka secara langsung di hadapan dewan juri yang terdiri dari sutradara dan produser ternama Indonesia, yakni Wregas Bhanuteja, Muhammad Zaidy, dan Khozy Rizal.

Empat proyek cerita terpilih nantinya akan mendapatkan dana produksi dengan total Rp 400 juta serta kesempatan menjalani program mentorship bersama para creative producer berpengalaman.

Story pitch dan talent hunt saat hari kedua LA Indie Movie di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Salah satu peserta Story Pitch, Fira Zainal dan Rifki Ardisya dari proyek film pendek berjudul The Hating Guide, mengaku antusias bisa mengikuti program tersebut untuk pertama kalinya.

Excited juga karena akhirnya ada lagi sarana seperti ini. Bisa bertemu, bisa berjejaring sesama pelaku industri. Banyak muka familiar dan akhirnya bisa berkegiatan bersama lagi,” ujar Fira saat ditemui di LA Indie Movie di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Menurut mereka, LA Indie Movie menjadi salah satu wadah yang dapat membantu mewujudkan ide cerita menjadi sebuah karya nyata.

“Kita melihat urgensi untuk membawa cerita kita jadi nyata. Kita pengen segera mengeksekusinya dan LA Indie Movie bisa jadi salah satu program yang menunjang keinginan kita,” kata Rifki.

Rifki juga menilai program seperti ini penting bagi perkembangan sineas muda karena tidak hanya menawarkan pendanaan, tetapi juga kesempatan belajar langsung dari para pelaku industri.

“Aku selalu senang sama ekosistem funding project dan development project karena ini mendemokratisasi akses buat orang di mana-mana. Kita juga bisa terekspos ke orang-orang industri dan teman-teman komunitas,” tuturnya.

Story pitch dan talent hunt saat hari kedua LA Indie Movie di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Story pitch dan talent hunt saat hari kedua LA Indie Movie di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Selain Story Pitch, LA Indie Movie juga menggelar Talent Hunt untuk menjaring talenta-talenta yang nantinya akan terlibat langsung dalam produksi film pendek para pemenang Story Pitch.

Kategori yang dibuka meliputi Editor, Cinematographer, dan Production Designer. Para peserta mengikuti proses seleksi dengan tugas dan tantangan yang disesuaikan dengan bidang masing-masing.

Salah satu peserta kategori Cinematographer, Yoshua Sanjaya, menjelaskan bahwa peserta diminta mempresentasikan pendekatan visual berdasarkan naskah yang diberikan secara acak.

“Kita dikasih skrip secara random, ada horor, drama, atau romance. Aku dapat yang romance. Lalu present di depan Kak Batara Goempar tentang shot-shot yang ingin aku ambil dari skrip itu,” ujarnya.

Story pitch dan talent hunt saat hari kedua LA Indie Movie di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Meski sempat merasa gugup saat berhadapan dengan peserta lain yang dinilai memiliki kemampuan mumpuni, Yoshua mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari proses seleksi tersebut.

“Harapan aku sebenarnya bisa berjejaring dengan sesama filmmaker, dengan orang-orang yang punya semangat dan energi yang sama. Siapa tahu ke depannya bisa bikin film bareng,” katanya.

Yoshua juga menilai LA Indie Movie menjadi salah satu wadah penting bagi regenerasi sineas muda di Indonesia.

“LA Indie Movie ini salah satu sarana untuk sineas muda bisa dikenal dan berjejaring. Acara seperti ini menurut aku sangat penting untuk perkembangan dan regenerasi sineas muda di Indonesia,” tambahnya.

Para pemenang Talent Hunt nantinya akan bergabung langsung dalam proses produksi film pendek pemenang Story Pitch sebagai editor, director of photography, dan production designer.

Setelah Jakarta, rangkaian LA Indie Movie 2026 akan berlanjut ke Yogyakarta pada 20–21 Juni mendatang untuk menjaring lebih banyak talenta dan ide cerita dari berbagai daerah di Indonesia.