Berawal Gimmick Panggung, 510 dan Vierratale Resmi Rilis Kolaborasi Esa x Perih
·waktu baca 2 menit

Band 510 kembali menghadirkan gebrakan baru di industri musik lewat kolaborasi spesial bersama Vierratale.
Kali ini, 510 resmi merilis lagu “Esa x Perih”, sebuah proyek yang berawal dari gimmick panggung dan kini berkembang menjadi karya kolaborasi serius.
Sebelumnya, 510 kerap membawakan lagu Esa dan Perih milik Vierratale dalam format mash-up akustik saat tampil di atas panggung.
Tak disangka, dua lagu yang dirilis dengan jarak waktu cukup jauh itu justru terdengar sangat akrab di telinga penonton.
"Berawal dari sebuah gimmick tersebut lantas diaktualisasi menjadi proyek kolaborasi serius antara 510 dan Vierratale," ungkap Ical, vokalis 510, dalam keterangan resminya, Selasa (28/4).
Momen kolaborasi ini semakin kuat saat 510 dan Vierratale tampil di satu festival musik yang sama.
Di kesempatan tersebut, vokalis 510, Ical, dan vokalis Vierratale, Widi Mulia, akhirnya membawakan mash-up tersebut secara langsung di atas panggung.
Respons penonton disebut semakin antusias, terutama saat Widi mengisi bagian vokalnya secara langsung.
Dari situ, obrolan ringan seusai turun panggung berkembang menjadi rencana serius untuk menggarap lagu tersebut.
Setelah melalui proses kreatif selama tiga bulan, mulai dari brainstorming hingga penggarapan materi, lagu “Esa x Perih” akhirnya resmi dirilis pada 23 April lalu.
Menariknya, belum genap 24 jam sejak perilisan, lagu ini sudah mencatat 114 ribu pemutaran di YouTube Music.
“Hal ini tidak terlepas dari andil nama besar kedua band dan juga musikalitas mereka yang sudah sangat diakui pendengarnya," kata Ical.
Secara musikal, lagu ini menghadirkan harmonisasi baru yang memadukan karakter khas kedua lagu.
Jika biasanya penggemar 510 akrab dengan suara Ical di awal lagu Esa, kali ini pendengar justru disambut suara lembut Widi.
Pergantian ini disebut menjadi salah satu kejutan utama dalam lagu berdurasi 4 menit 12 detik tersebut.
"Tidak tertebak dan cerdas, begitu lah kiranya respons yang akan terlontar saat pertama kali mendengarkan lagu ini," lanjutnya.
Melalui kolaborasi ini, 510 ingin membangkitkan inner child pendengar yang lebih dulu mengenal lagu Perih saat dirilis pada 2009, sekaligus memperkenalkannya pada pendengar generasi baru.
Kolaborasi ini juga menjadi bukti bahwa musik mampu melampaui batas ruang, waktu, dan segmentasi generasi.
