Cerita KOTAK soal Lirik Lagu YOLO, Terinspirasi dari Anak Chua

Grup band rock KOTAK menggebrak panggung musik Tanah Air dengan rilisan terbaru mereka yang bertajuk YOLO (You Only Live Once). Lagu yang dirilis pada 10 Agustus 2026 ini jadi rock anthem khas yang membawa pesan bertenaga.
Secara musikalitas, YOLO dirancang untuk mengembalikan energi awal KOTAK yang meledak-ledak. Gitaris KOTAK, Cella, mengaku ingin membawa kembali spirit lagu Beraksi namun dengan sentuhan modern.
"PR-nya buat aku, pas bikin musiknya balikin lagi vibes musik lama tapi gimana caranya nggak old school banget gitu. Akhirnya harus memasukkan unsur-unsur atau elemen-elemen bunyi-bunyian yang baru," ujar Cella saat KOTAK berkunjung ke kantor kumparan, Senin (24/8).
Uniknya, lagu ini dibuka dengan dentuman bas yang sangat dominan, yang banyak pendengar disandingkan dengan vibe lagu Hysteria milik Muse. Cella sengaja menempatkan Chua di barisan depan dalam lagu ini.
"Rock tuh nggak harus gitar dulu dibuka dengan intro. Ah coba ah sekali-kali Chua nih harus mimpin peperangan nih, harus Chua harus di depan nih. Bayanganku tuh kayak film Thor, kayak 'Serbuuu!' gitu, Chua tuh kayak memimpin peperangan," tambah Cella.
Lirik Lagu YOLO
Lirik lagu YOLO sendiri digarap oleh Chua. Ia bercerita bahwa inspirasi lirik tersebut datang dari pengalaman pribadinya saat mendampingi sang buah hati ke psikolog dan hipnoterapi.
Hal ini bermula dari dampak negatif kekerasan verbal yang dialami anaknya dari pengasuh di masa lalu.
"Di umur segitu kan anak kecil menyerap dengan sangat ini kan, nggak ada filternya. Jadi itu tuh yang tertanam di anakku bahwa dia itu merasa 'Gue nih nggak cantik, gue nih jelek'. Pokoknya semua pemikiran negatif tuh tertanam di dirinya," ungkap Chua.
Chua merasa potongan lirik "I want to get it started" yang sempat dilontarkan Cella saat workshop adalah kunci utama. Ia ingin menjadikan lagu ini sebagai penyemangat atau "doping" bagi anaknya agar berani mendobrak ketakutan.
"Aku pengin bikin lirik yang seakan-akan kayak menjadi doping dia gitu. 'Dek, Mama bikin lirik nih, ini buat nyemangatin adek. Kita dulu juga pemalu kok tapi pada akhirnya kita berani'," kenang Chua.
Ternyata, pesan dalam lagu YOLO beresonansi lebih luas dari yang dibayangkan.
"Ternyata alhamdulillah lagu ini bisa menjadi semangat buat orang-orang yang memang tadinya malu tapi akhirnya mereka punya suara untuk bisa mengekspresikan dirinya lagi," tutur Chua.
Tantri, sang vokalis, menambahkan, makna YOLO bagi KOTAK saat ini adalah tentang kejujuran dalam berkarya. Setelah empat tahun tidak merilis karya baru, YOLO menjadi simbol bagi mereka untuk mendobrak segala ketakutan.
"Mendobrak segala macam ketakutan, keraguan yang sudah kami jalani dan kita takutkan selama empat tahun tidak mengeluarkan karya gitu. Itu sebenarnya yang jadi tantangan tersendiri," ujar Tantri.
Bagi KOTAK, hidup hanya sekali bukan berarti hidup dengan semaunya tanpa arah.
"Di sini kami POV-nya karena hidup cuma sekali bukan berarti kami seenaknya gitu, tapi kami bisa memberikan apa yang terbaik versi kita dengan mengeluarkan karya," tutup Chua.
