Kumparan Logo

Cerita Tarra Budiman Mendaki Gunung Rinjani: Mental Benar-benar Diuji

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah pemeran film Baim Wong, Raihaanun, Tarra Budiman, dan Jajang C. Noer saat hadir di konferensi pers official poster dan trailer film Beautiful Pain di Senayan City, Jakarta, Kamis, (17/9/2026). Foto: Agus Apriyanto
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pemeran film Baim Wong, Raihaanun, Tarra Budiman, dan Jajang C. Noer saat hadir di konferensi pers official poster dan trailer film Beautiful Pain di Senayan City, Jakarta, Kamis, (17/9/2026). Foto: Agus Apriyanto

Aktor Tarra Budiman membagikan pengalamannya saat mendaki Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Meski baru dua kali mendaki gunung, suami Gya Sadiqah itu mengaku mendapat pengalaman yang berkesan saat menjajal jalur pendakian Rinjani.

Tarra Budiman mengatakan, medan pendakian Rinjani berbeda dengan Gunung Merbabu yang sebelumnya ia pernah daki. Menurutnya, jalur Rinjani cenderung menanjak dan cukup menguras tenaga. Tantangan jug dirasakan Tarra saat melanjutkan perjalanan menuju puncak.

Ia menggambarkan jalur menuju puncak dipenuhi pasir dan kerikil berukuran besar, sehingga pendaki harus berjuang ekstra untuk mencapai tujuan.

“Setelah pos empat, masuk ke pos lima itu ada Bukit Penyesalan namanya. Di situ tuh akhirnya kekuatan fisik benar-benar diuji,” kata Tarra.

“Jadi memang mental benar-benar diuji banget, tapi overall semuanya worth it sih. Keindahannya ketika kita lihat, capeknya itu kesemuanya kebayar,” sambungnya.

Tarra Budiman saat ditemui di Panhead Radio Dalam, Jakarta. Foto: Giovanni/kumparan

Tarra Budiman soal Pengalaman Mendaki Gunung Rinjani

Tarra menyebut perjalanan mendaki Rinjani kali ini berlangsung selama tiga hari dua malam. Ia juga dibuat takjub dengan pemandangan alam yang bisa dinikmati dari jalur pendakian, termasuk panorama ke arah Bali.

“Ketika lu tahu betapa indahnya alam Indonesia, lu enggak akan tahu lagi yang namanya capek. So, indahnya itu tuh beyond,” ungkap Tarra.

Pengalaman lain yang tak terlupakan bagi Tarra adalah ketika berusaha mengejar matahari terbit atau sunrise dari puncak Rinjani. Ia mengaku sudah memulai pendakian sekitar pukul 02.00 WIB, tetapi belum berhasil mencapai puncak saat matahari mulai terbit sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

“Aku tuh di Merbabu dapat sunrise di atas. Nah, di Rinjani ini pengin ngejar sunrise-nya. Jadi begitu udah lari mau naik, ternyata kita enggak dapat. Karena memang waktu itu enggak cukup, padahal udah berangkat dari jam dua,” beber dia.

Tarra Budiman, kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (12/4). Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan

Meski belum berhasil mencapai puncak tepat waktu, Tarra tetap bisa menikmati pemandangan matahari terbit dari lokasi tempatnya berada. Pemandu pendakian juga mengingatkannya bahwa panorama sunrise tetap bisa dinikmati tanpa harus tiba di puncak.

“Guide kita udah ngasih tahu kalau, ‘Mas, enggak perlu sampai atas, dari sini kita udah bisa ngelihat indahnya sunrise.’ Dan di situ aku benar-benar ngelihat, aduh, cakep banget,” tutup Tarra.