Charly Van Houten Dipercaya Jadi Duta Desa Gen Z

Musisi Charly Van Houten menyebut desa memiliki posisi dan andil penting dalam urusan pembangunan sebuah negara. Karena itu ia menilai perlu adanya penguatan desa melalui program yang melibatkan generasi muda.
Charly Van Houten yang dipercaya menjadi Duta Desa Gen Z oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes dan PDT), menilai desa harus jadi ujung tombak pembangunan sebuah negara.
“Desa itu adalah ujung tombak sebuah negara. Kita benahi di desa-desa, kita semangati dengan program desa. Kita semangati, semangati program-program generasi-generasi anak-anak bangsa yang ada di desa. Jadi kita akan support terus,” ujar Charly.
Menurut Charly, Gen Z menghadapi tantangan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Perkembangan zaman dan berbagai pengaruh yang hadir melalui kehidupan sehari-hari dinilai dapat memengaruhi kekuatan mental anak muda.
Oleh karena itu, sebagai Duta Desa Gen Z, ia berharap bisa memberikan energi positif dan semangat kepada anak-anak muda lainnya.
“Makanya, generasi Gen Z sekarang ini kan generasi yang memang harus tambah lebih kuat. Karena perkembangan zaman saat ini banyak sekali hal-hal yang bisa melemahkan diri kita gitu ya, sebagai pemuda, sebagai generasi gitu," ungkap Charly.
Pentolan band ST12 itu menepis anggapan bahwa desa identik dengan wilayah yang tertinggal atau kurang berkembang. Charly melihat berbagai program pemerintah untuk desa justru menjadi bukti bahwa kawasan pedesaan terus mendapat perhatian dan peluang untuk berkembang.
“Kata siapa kurang berkembang? Buktinya program-program di Kementerian Desa terus berjalan ya. Terus mencoba berupaya untuk memberikan sebuah giat-giat dan spirit-spirit yang bagus ya, yang aku tahu gitu,” kata Charly.
Program strategis yang dipimpin Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, ini dirancang untuk menggerakkan dan memfasilitasi keterlibatan generasi Z (Gen Z) di 75.266 desa di seluruh Indonesia agar menjadi motor penggerak pembangunan dan pemulihan ekonomi dari pedesaan.
Yandri pun turut menegaskan soal potensi ekonomi di pedesaan yang luar biasa dan tidak kalah dengan wilayah perkotaan. Hal itu pula yang mendorong pengembangan Desa Tematik hingga ekspor langsung ke 49 negara guna memfasilitasi kreativitas Gen Z.
"Orang desa sekarang boleh tinggal di desa, tapi pendapatan mengalahkan orang kota," ujar Yandri Susanto.
"Kita buat desa ekspor dengan 49 negara tujuan ekspor langsung dari desa. Saya sudah melepas banyak komoditas dari desa langsung ke pelabuhan tanpa perantara lagi. Ini peluang besar yang harus ditangkap Gen Z," tutupnya.
