Kumparan Logo

Chris Brown Harus Bayar Rp 233 Miliar ke ART Terkait Kasus Penyerangan Anjing

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Chris Brown. Foto: AFP
zoom-in-whitePerbesar
Chris Brown. Foto: AFP

Penyanyi Chris Brown dinyatakan bersalah oleh juri Los Angeles dalam kasus mengerikan seekor anjing yang menyerang dan melukai asisten rumah tangga (ART) di rumahnya pada tahun 2020.

ART bernama Maria Avila itu, diserang secara brutal oleh Hades, seekor anjing gembala Kaukasia seberat 200 pon milik Chris Brown. Ketika itu, Avila tengah membuang sampah di luar rumah penyanyi lagu Just Fine tersebut di Tarzana, California.

Dilansir Variety, atas serangan itu, Avila mengalami cacat tubuh. Setelah melalui rangkaian persidangan, juri menyatakan bahwa Brown harus membayar kerugian sebesar $13 juta atau setara Rp 233 miliar.

Pengacara Avila, Michael C. Murphy Jr., mengungkapkan bahwa Brown dan perusahaannya, Black Pyramid LLC, harus membayar $12,9 juta kepada Maria Avila atas kelalaian. Itu belum total dari seluruh ganti rugi yang harus dibayarkan Brown.

Saudari Avila, Patricia Avila, yang juga sedang bekerja ketika insiden penyerangan itu terjadi, menerima ganti rugi sebesar $885.000 untuk penderitaan emosional, dan suami Maria Avila, Oscar Olivo, menerima ganti rugi terpisah sebesar $50.000.

“Setelah lebih dari lima tahun berlitigasi melawan Chris Brown, kami sangat senang karena kami dapat memperoleh keadilan untuk klien kami, Patricia," kata Murphy.

"Kami sangat bahagia untuknya dan keluarganya setelah semua yang mereka alami pada hari yang mengerikan itu. Merupakan suatu kehormatan untuk mewakilinya,” tambahnya.

Pembelaan Chris Brown

Chris Brown. Foto: AFP/Jason Merritt

Pihak Brown mengeklaim bahwa anjing itu dipelihara untuk tujuan keamanan dan bukan hewan peliharaan pribadinya. Alih-alih menelepon 911 sendiri atau menangani Avila, Brown melarikan diri dari tempat kejadian perkara yang berdarah itu dan mengemudi berkeliling selama berjam-jam sambil menyerahkan tugas-tugas tersebut kepada para karyawan.

Brown mengungkapkan alasannya melakukan hal tersebut. Dia tak ingin jadi sorotan media jika suaranya terdengar dalam panggilan tersebut atau jika ia berada di sekitar TKP saat polisi tiba.

Brown telah mengakui beberapa kesalahan sebelum persidangan dimulai. Akan tetapi di pengadilan ia bersaksi telah memperingatkan Avila dan saudara perempuannya tentang anjing-anjing itu. Ia bahkan mengimbau dan menyuruh mereka hanya keluar rumah jika ada petugas keamanan.

Namun, Avila dan saudarinya membantah telah melakukan percakapan seperti itu dengan Brown. Mengingat adanya perbedaan bahasa di antara mereka. Sehingga, menurut pihak Avila, diskusi seperti itu tidak mungkin terjadi.