Kumparan Logo

Danny Boyle Akui Gunakan AI dalam Film Ink

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sutradara, Danny Boyle. Foto: MONICA SCHIPPER/Getty Images via AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sutradara, Danny Boyle. Foto: MONICA SCHIPPER/Getty Images via AFP

Sutradara Danny Boyle telah mengkonfirmasi penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam film terbarunya, Ink. Film ini mengisahkan peluncuran surat kabar The Sun.

Dilansir Deadline, berbicara kepada Vanity Fair, Danny Boyle mengatakan bahwa ia menggunakan teknologi AI selama beberapa detik.

“Ada sekitar 30 detik penggunaan teknologi tersebut dalam film kami, ketika kami menganimasikan beberapa foto lama. Oh, dan ada beberapa tikus,” kata Boyle.

Menurut Boyle, teknologi AI sangat bagus untuk scene yang memiliki hewan. "Dan kami memiliki beberapa tikus yang berlarian di ruang redaksi The Sun," tuturnya.

Film Ink membuka Festival Film Venesia pekan ini sebelum kemudian diputar di Telluride.

Sutradara, Danny Boyle. Foto: Stefano Rellandini/AFP

Sutradara Danny Boyle Bicara soal AI

Sejumlah netizen mempertanyakan apakah AI digunakan untuk menghidupkan kembali gambar-gambar lama keluarga Kray bersaudara dan mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher.

Beberapa orang di media sosial mengatakan bahwa penggunaan AI tersebut dicantumkan dalam kredit penutup film.

Vanity Fair bertanya kepada Boyle mengenai pandangannya tentang penggunaan AI dalam industri film secara umum.

Boyle mengatakan AI merupakan teknologi yang sangat berguna dalam banyak hal selama digunakan dengan penuh tanggung jawab.

"Dan selama Anda membayar para aktor jika Anda akan menggantikan mereka dengan semacam perwujudan AI," ucapnya.

Sutradara, Danny Boyle. Foto: Tiziana Fabi/AFP

Boyle menambahkan bahwa pada awal kariernya ia pernah 'dapat masalah' dengan PETA (People for the Ethical Treatment of Animals) karena menggunakan simpanse sungguhan dalam film 28 Days Later. Karena itu, ia berusaha menghindari penggunaan hewan sungguhan sejak saat itu.

Awal pekan ini, saat berbicara dalam konferensi pers Festival Film Venesia untuk Ink, Boyle juga menyampaikan kekhawatirannya mengenai dampak AI terhadap sejumlah sektor, termasuk jurnalisme.

“Bahaya dari perusahaan-perusahaan teknologi raksasa dan AI mereka adalah mereka akan mampu menggantikan jurnalisme. Mereka akan mampu memiliki seorang jurnalis AI yang jauh lebih efisien, lebih murah, dan sebagainya. Lalu, apakah jurnalis AI tersebut akan berani menyampaikan kebenaran kepada pihak yang memiliki kekuasaan dan menciptakannya?” kata Boyle.

Dibintangi Jack O’Connell, Guy Pearce, dan Claire Foy, Ink mengisahkan kebangkitan surat kabar tabloid Inggris yang kontroversial, The Sun, pada era 1970-an di bawah kepemimpinan editor Larry Lamb.

Lamb direkrut dari Daily Mirror pada 1969 oleh Rupert Murdoch, yang saat itu merupakan calon taipan media. Film produksi Studiocanal dan Netflix tersebut akan mulai tayang di bioskop pada Desember, sebelum tersedia di Netflix pada Januari.

Ink mendapat sambutan yang sebagian besar positif dari para kritikus di Venesia dan saat ini mencatatkan rating 85% “Fresh” di Rotten Tomatoes.