Kumparan Logo

Fahad Haydra hingga Jeremie Moeremans Jadi Geng Motor di Serial Agaskar

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers dan cast reveal series Agaskar di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers dan cast reveal series Agaskar di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Fahad Haydra dan Jeremie Moeremans didapuk berperan dalam serial terbaru dari MAXSTREAM yang mengangkat tema kehidupan geng motor anak SMA berjudul Agaskar.

Namun, para pemain memastikan bahwa cerita yang dihadirkan tidak semata menyoroti sisi negatif dari geng motor, melainkan hubungan persaudaraan di antara para anggotanya.

Fahad Haydra mengatakan konsep geng motor dalam Agaskar digambarkan secara berimbang. Menurutnya, tidak semua kelompok penggemar motor identik dengan perilaku negatif.

“Geng motor kan nggak semuanya negatif ya. Ada kelompok yang emang suka motor, berkumpul, cuma kata-kata ‘geng’ mungkin narasinya yang emang agak negatif. Di Agaskar, versinya 50-50 lah,” ujar Fahad Haydra di kawasan Jakarta Pusat.

Pandangan serupa disampaikan Andrew Barret yang memiliki pengalaman melihat kehidupan geng motor di Bali. Ia menilai solidaritas antar anggotanya justru menjadi salah satu hal yang paling terasa.

“Teman saya ada yang masuk geng motor di Bali. Orangnya sebenarnya nice banget. Cuma mungkin aku nggak bisa buka rahasia juga di sini. Tapi lebih tepatnya sebenarnya brotherhood-nya itu sangat amat terasa sih di geng motor,” jelas Andrew.

Meski begitu, Andrew tidak menampik bahwa dirinya pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan ketika berhadapan dengan kelompok geng motor di jalan.

“Kadang-kadang kalau pulang malam tuh lewat flyover di-stop-in tuh sama mereka. Ya itu sih menyebalkan,” imbuhnya.

Tak hanya mendalami karakter, para pemain serial Agaskar juga menjalani persiapan fisik untuk mendukung adegan aksi dalam serial tersebut. Jeremie Moeremans mengungkapkan mereka mengikuti workshop bela diri secara khusus sebelum menjalani proses syuting.

“Kalau untuk persiapan adegan-adegan yang action-nya, yang kayak fighting-fighting, kita ada workshop-nya. Kita latihan sama orang yang melatih kita khusus, mulai dari basic fighting-nya dulu sampai latihan koreografinya,” ungkap Jeremie.

Konferensi pers dan cast reveal series Agaskar di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Dina Jasanti, sutradara serial Agaskar turut menceritakan perjuangan para pemain selama menjalani latihan fisik. Beberapa pemain yang terbiasa berolahraga di pusat kebugaran bahkan harus beradaptasi dengan latihan bela diri yang diwajibkan kru.

“Mereka juga ada yang cuma nge-gym doang nih, enggak pernah fight-fight. Setelah sesi pertama langsung semuanya tepar. Besoknya sudah, ‘Waduh Bu, ini capek nih Bu.’ Ya lanjut terus!” kata Dina.

Meski membutuhkan persiapan fisik yang cukup berat, sebagian adegan aksi dalam Agaskar tetap dilakukan langsung oleh para pemain tanpa bantuan pemeran pengganti. Dina menjelaskan bahwa stuntman hanya digunakan untuk adegan yang memiliki tingkat risiko tinggi.

“Aksi-aksinya tetap ada sebagian yang emang mereka sendiri yang melakukan. Kecuali yang benar-benar stunt yang sangat ribet ya, kayak lompat dari lantai tiga atau guling-guling dengan api. Semangat grup ini kuat banget,” pungkasnya.

Serial web Indonesia terbaru yang diadaptasi dari novel Wattpad populer karya Eessi (Nazieranff) ini diproduksi oleh Unlimited Production dan ditayangkan melalui platform MAXSTREAM dengan total 8 episode.