Fatin Shidqia soal Single "Tidur Siang" dan Kehidupan yang Berubah saat Dewasa

Ada hal-hal sederhana yang terasa biasa ketika masih kecil, tetapi justru menjadi sesuatu yang dirindukan setelah dewasa. Bagi penyanyi Fatin Shidqia Lubis, salah satunya adalah tidur siang.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi inspirasi bagi Fatin dalam melahirkan single terbarunya yang diberi judul Tidur Siang.
Fatin menghadirkan lagu tersebut sebagai cerita tentang perubahan cara seseorang memandang kehidupan ketika beranjak dewasa. Jika saat kecil tidur siang kerap dianggap sebagai aktivitas yang mengganggu waktu bermain, situasinya justru berubah ketika seseorang mulai memiliki lebih banyak kesibukan dan tanggung jawab.
"Padahal dulu tidur siang itu adalah hal yang sangat sederhana. Sampai sekarang, kalau sempat tidur siang, rasanya lega banget. Bangun tidur satu atau dua jam kemudian rasanya seperti, 'Enak banget ya tidur siang,'" ujar Fatin.
Menurut Fatin, perubahan perspektif tersebut menjadi salah satu alasan dirinya memilih Tidur Siang sebagai judul single.
Hal sederhana yang dahulu cenderung dihindari justru terasa semakin berharga ketika seseorang sudah dewasa. Kesibukan pekerjaan dan berbagai tanggung jawab membuat waktu untuk beristirahat tidak lagi mudah didapatkan.
Pandangan tersebut juga dituangkan Fatin melalui lirik lagunya. Salah satu bagian yang menurutnya paling menggambarkan realitas kehidupan orang dewasa terdapat pada verse kedua.
"Mungkin kalau teman-teman notice, terutama di verse kedua, ada bagian yang berbunyi, 'Sekarang aku udah dewasa, yang tidur kurang dari 8 jam.'"
Bagi Fatin, potongan lirik tersebut terasa dekat dengan kehidupan banyak orang yang mulai memasuki fase dewasa.
"Aku sangat relate dengan bagian itu. Kita harus melalui fase tersebut. Tidur delapan jam sekarang bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Bahkan ketika sudah senang atau sedang mengejar sesuatu, kita bisa bekerja sangat keras sampai lupa waktu," tuturnya.
Bukan hanya hari kerja, akhir pekan pun terkadang tidak benar-benar menjadi waktu untuk beristirahat. Berbagai aktivitas tetap menunggu ketika Sabtu dan Minggu tiba.
Meski begitu, Fatin juga mengaku sesekali memilih menikmati waktu di rumah dengan melakukan hal-hal sederhana seperti menonton atau bermain game.
Judul yang Sempat Diragukan
Pemilihan Tidur Siang sebagai judul single ternyata sempat membuat Fatin mendapat pertanyaan dari orang-orang di sekitarnya.
Pasalnya, judul tersebut terdengar sangat sederhana jika dibandingkan dengan pesan yang dibawa oleh lagu.
"Awalnya sempat dipertanyakan juga oleh orang-orang di sekelilingku. 'Yakin judulnya Tidur Siang?' Apalagi kalau melihat liriknya. Menurut aku, secara lirik lagu ini sebenarnya cukup ironis," ungkapnya.
Menurut Fatin, ada ironi di balik istilah tidur siang. Aktivitas tersebut mengingatkan pada masa kanak-kanak ketika hidup terasa lebih sederhana dan waktu bermain menjadi sesuatu yang paling dinantikan.
Namun, ketika dewasa, tidur siang justru berubah menjadi kemewahan kecil yang sulit dilakukan.
"Kalau diperhatikan lebih dalam, kita sadar kalau kita sudah bertumbuh, tetapi di sisi lain kita juga sadar betapa cepatnya waktu berjalan," kata Fatin.
Seiring bertambahnya usia, tanggung jawab yang harus dijalani pun semakin banyak. Kondisi tersebut membuat hal-hal sederhana yang dulu dianggap sepele memiliki arti berbeda.
"Sekarang tanggung jawab kita semakin banyak. Hal itu tidak bisa kita hindari. Jadi, dengan lirik seperti itu, memang sempat ada keraguan untuk menjadikan Tidur Siang sebagai judul," lanjutnya.
Namun, pada akhirnya Fatin merasa judul tersebut justru paling tepat mewakili keseluruhan cerita lagunya.
"Kalau tidur siang itu sesuatu yang menyenangkan, sebenarnya menyenangkan buat siapa? Buat kita yang dulu, kan? Sedangkan kita yang sekarang sudah berbeda. Jadi, akhirnya aku merasa Tidur Siang sangat tepat menjadi judul single ini," tutur Fatin.
Dirayakan Bersama Penggemar
Makna personal di balik lagu tersebut juga dibagikan Fatin dalam release party Tidur Siang. Ia mengundang 15 penggemar untuk menghabiskan waktu bersama dalam suasana yang lebih dekat.
Acara diawali dengan makan malam, kemudian dilanjutkan dengan obrolan santai, jamming session, hingga permainan circle card talks.
Lewat permainan tersebut, Fatin dan para penggemar saling menjawab pertanyaan mengenai pengalaman serta pandangan mereka tentang kehidupan setelah dewasa.
Suasana semakin hangat ketika mereka bernyanyi bersama melalui sesi jamming. Beberapa lagu Fatin seperti Salah Aku Salah, Engkaulah Kamuku, dan Aku Memilih Setia turut dibawakan.
Di penghujung acara, Fatin memberikan kejutan dengan membawakan Tidur Siang secara langsung untuk pertama kalinya di hadapan para penggemar.
Untuk menggarap single tersebut, Fatin bekerja sama dengan komposer Will Mara. Kolaborasi ini menjadi pengalaman pertama mereka dan proses pengerjaannya berlangsung cukup cepat.
"Untuk lagu Tidur Siang, aku bekerja sama dengan komposer Will Mara. Itu pertama kalinya aku kerja bareng dia dan prosesnya seru banget. Lagu ini juga jadi dengan sangat cepat," ujar Fatin.
