Kumparan Logo

Film Saat Aku Bersuara Beri Dukungan untuk Penyintas Kekerasan Seksual

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Marshanda dalam konferensi pers film Saat Aku Bersuara. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Marshanda dalam konferensi pers film Saat Aku Bersuara. Foto: Dok. Istimewa

Film Saat Aku Bersuara arahan sutradara Sonu Samtani memulai penayangannya pada hari ini, Kamis (18/6). Film arahan sutradara Sonu Samtani itu diperankan oleh Marshanda sebagai Nadia, seorang penyintas kekerasan seksual.

Sutradara Sonu Samtani mengatakan bahwa film tersebut bukan lah sekadar tontonan. Menurut Sonu, film tersebut juga menjadi ajakan kepada masyarakat agar tak lagi membungkam korban kekerasan seksual. Sonu juga berharap agar para korban bisa berani speak up.

"Kami punya satu keyakinan: ketika perempuan berani bersuara dan bangkit, itu akan menjadi fenomena yang mengubah segalanya," tutur Sonu Samtani di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Hal senada disampaikan oleh sang penulis, Tisa TS. Tisa megatakan bahwa selain jadi hiburan dan tontonan, film Saat Aku Besuara juga merupakan ajakan nyata.

"Kita tidak cuma menonton film sebagai hiburan, tetapi juga menyaksikan sebuah gerakan untuk membuat orang-orang berhenti bungkam," ujar Tisa.

Marshanda dalam konferensi pers film Saat Aku Bersuara. Foto: Dok. Istimewa

"Segala sesuatu yang selama ini dibungkam, tidak boleh terjadi lagi," sambungnya.

Bagi Marshanda, peran Nadia bukan sekadar akting. Menurutnya karakter Nadia, melibatkan pengalaman emosional pribadinya secara mendalam.

Lewat perannya tersebut, Marshanda jadi menyadari bahwa kekuatan terbesar bagi para korban adalah harapan. Film ini menjelaskan secara gamblang bagaimana harapan bisa terus menjadi semangat bagi para korban dalam memperjuangkan keadilan.

"Nadia adalah sosok yang tetap mencoba berharap, meski tidak tahu apakah perjuangannya akan membuahkan keadilan," kata Marshanda.

Marshanda dalam konferensi pers film Saat Aku Bersuara. Foto: Dok. Istimewa

Saat Aku Bersuara mengisahkan tentang Nadia (Marshanda), seorang pengacara muda cerdas dengan karier cemerlang yang hidupnya tampak sempurna usai dilamar kekasihnya, Reza (Nino Fernandez).

Namun kegelisahan mulai menggerogoti Nadia ketika firma hukum tempatnya bekerja memenangkan kasus yang melibatkan putra seorang pengusaha kaya sebagai terduga pelaku pemerkosaan. Situasi semakin memanas ketika suatu malam tragedi justru menimpa Nadia sendiri, berawal dari upayanya menolong sahabat karibnya, Andien (Rini Yulianti).

Bersama Andien, Riana (Hana Malasan), dan Adrian (Ibnu Jamil) seorang Jaksa Penuntut Umum yang menyimpan luka pribadi akibat kegagalan sistem hukum, Nadia berupaya membangun kembali hidupnya.

Film ini juga menggambarkan perjuangan Nadia memperbaiki hubungan yang renggang dengan sang ayah (Teuku Rifnu Wikana), sembari membuktikan bahwa keberanian untuk bersuara mampu menghadirkan harapan baru. Film garapan Arjuna Mega Films, Rain Creation, dan Lex Pictures akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Juni 2026.