Kumparan Logo

Film Supergirl Melempem di Box Office

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Adegan film Supergirl yang dibintangi Milly Alcock. Foto: Warner Bros.
zoom-in-whitePerbesar
Adegan film Supergirl yang dibintangi Milly Alcock. Foto: Warner Bros.

Film Supergirl yang merupakan bagian dari semesta baru DC Universe (DCU) memulai perjalanannya dengan hasil mengecewakan di box office. Supergirl hanya mengumpulkan sekitar 68 juta dolar AS secara global dalam debutnya di bioskop.

Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi untuk sebuah film superhero beranggaran besar. Padahal, Supergirl menjadi proyek penting bagi DC Studios yang kini dipimpin James Gunn dan Peter Safran setelah kesuksesan film Superman.

Sinopsis Supergirl: Kisah Kelam Kara Zor-El

Disutradarai Craig Gillespie, Supergirl diadaptasi dari komik pemenang penghargaan Supergirl: Woman of Tomorrow karya Tom King dan Bilquis Evely.

Film ini dibintangi Milly Alcock sebagai Kara Zor-El, sepupu Superman yang memiliki latar belakang berbeda dengan Clark Kent. Jika Clark dibesarkan di Bumi, Kara menghabiskan masa kecilnya dengan menyaksikan kehancuran Krypton secara langsung. Trauma tersebut membentuk Kara menjadi sosok yang lebih keras, sinis, dan emosional.

Kara diceritakan bertemu Ruthye Marye Knoll, seorang gadis muda yang meminta bantuannya memburu pembunuh ayahnya. Perjalanan mereka berkembang menjadi petualangan lintas galaksi yang sarat aksi sekaligus mengeksplorasi tema kehilangan, balas dendam, dan pencarian harapan.

Supergirl menjadi bagian baru dari semesta DC Universe. Foto: Warner Bros.

Pendapatan Jauh dari Target

Meski Warner Bros. dikabarkan menghabiskan US$ 290 juta untuk biaya produksi dan marketing. Dalam industri Hollywood, sebuah film blockbuster umumnya harus meraih pendapatan sekitar dua hingga dua setengah kali biaya produksinya untuk mencapai titik impas karena pendapatan bioskop juga dibagi dengan jaringan teater.

Dengan pendapatan pembuka sekitar 68 juta dolar AS, peluang Supergirl untuk menembus angka yang dibutuhkan dinilai semakin kecil. Variety memperkirakan apabila tren penjualan tiket terus melemah pada pekan-pekan berikutnya, Warner Bros. berpotensi menanggung kerugian sekitar 100 juta dolar AS.

Mengapa Supergirl Kurang Diminati?

Performa box office Supergirl menunjukkan bahwa tantangan film superhero saat ini tak lagi hanya soal kualitas produksi. Dalam beberapa tahun terakhir, industri Hollywood menghadapi fenomena superhero fatigue, yakni menurunnya antusiasme penonton terhadap film-film adaptasi komik, terutama yang mengangkat karakter di luar karakter paling populer.

Karakter seperti Superman, Batman, dan Spider-Man masih mampu menarik perhatian publik dalam skala besar. Sebaliknya, karakter yang relatif kurang dikenal membutuhkan promosi lebih agresif dan respons positif dari mulut ke mulut agar dapat berkembang di box office.

Selain itu, jadwal rilis musim panas yang dipenuhi berbagai film blockbuster juga membuat persaingan semakin ketat. Akibatnya, Supergirl kesulitan mempertahankan momentum sejak hari pertama penayangan.