Gal Gadot Tak Mau Kembali sebagai Wonder Woman

Gal Gadot mengisyaratkan dirinya kemungkinan tidak akan kembali memerankan Wonder Woman jika DC Studios kembali menawarkan film ketiga. Apa yang membuatnya tak lagi bergairah untuk memerankan tokoh superhero?
Pernyataan itu disampaikan Gadot ketika menjadi bintang tamu podcast Happy Sad Confused bersama Josh Horowitz. Gadot hadir untuk mempromosikan film aksi terbarunya, The Runner, yang tayang di Prime Video.
Aktris asal Israel tersebut mengatakan pertimbangan utamanya bukan semata-mata soal karakter Wonder Woman, melainkan kondisi kehidupannya saat ini sebagai ibu dari empat anak. Gadot menjelaskan, jadwal produksi film superhero berskala besar membutuhkan waktu yang panjang.
Dengan anak-anak yang kini bersekolah di tempat berbeda, meninggalkan keluarga untuk menjalani produksi selama berbulan-bulan bukan lagi pilihan yang mudah baginya. Menurut Gadot, situasi tersebut membuat kemungkinan untuk kembali sebagai Diana Prince menjadi jauh lebih rumit dibandingkan ketika ia pertama kali mendapatkan peran tersebut.
Perjalanan Gal Gadot sebagai Wonder Woman
Gadot pertama kali tampil sebagai Wonder Woman dalam Batman v Superman: Dawn of Justice pada 2016. Setahun kemudian, ia mendapatkan film solo pertamanya melalui Wonder Woman yang disutradarai Patty Jenkins.
Film tersebut menjadi salah satu tonggak penting bagi karakter Wonder Woman di layar lebar. DC mencatat Wonder Woman sebagai film live-action yang pada saat dirilis menjadi film dengan pendapatan terbesar yang disutradarai perempuan. Film tersebut juga membawa Gadot sebagai pemeran utama bersama Chris Pine, Connie Nielsen, Robin Wright dan sejumlah aktor lainnya.
Gadot kemudian kembali sebagai Diana Prince dalam Justice League pada tahun yang sama. Karakter tersebut menjadi salah satu anggota utama tim superhero DC bersama Batman, Superman, Aquaman, Cyborg, dan The Flash.
Pada 2020, Gadot dan Jenkins kembali berkolaborasi melalui Wonder Woman 1984. Film tersebut melanjutkan kisah Diana dan kembali menghadirkan Gadot sebagai pemeran utama. DC mencatat film pertama Wonder Woman meraih sekitar US$822 juta di box office global.
Dengan demikian, Gadot telah melekat pada karakter Wonder Woman selama hampir satu dekade.
Masa Depan Wonder Woman Berubah Setelah DC Reboot
Kemungkinan berakhirnya era Gadot sebagai Wonder Woman juga tidak terlepas dari perubahan besar di DC Studios.
Pada akhir 2022, James Gunn dan Peter Safran ditunjuk untuk memimpin DC Studios. Keduanya kemudian menyusun ulang rencana besar untuk film dan serial DC dengan membangun sebuah semesta sinematik baru yang lebih terintegrasi.
Gunn dan Safran menjelaskan bahwa proyek-proyek baru DC akan menjadi bagian dari kontinuitas yang lebih konsisten. Pada saat yang sama, mereka juga menegaskan bahwa tidak semua pemeran dari era sebelumnya akan otomatis dibawa ke semesta baru tersebut.
DC kemudian menjadikan Superman sebagai film pertama dari semesta baru tersebut. Film yang ditulis dan disutradarai Gunn itu dibintangi David Corenswet sebagai Superman dan menjadi fondasi bagi DC Universe generasi baru.
Artinya, pergantian pemeran sejumlah karakter utama menjadi bagian dari proses membangun ulang DC Universe, bukan hanya persoalan satu karakter atau satu film.
Gadot Mengaku Tak Terkejut Jika Tidak Dipilih Lagi
Gadot sebelumnya sempat berbicara mengenai kemungkinan dibuatnya Wonder Woman 3. Namun, perubahan kepemimpinan DC Studios membuat masa depan proyek tersebut menjadi tidak pasti.
Dalam wawancara terbarunya, Gadot mengungkapkan bahwa dirinya memahami keputusan studio tersebut. Ia juga menyinggung bagaimana sejumlah aktor dan kreator dari era sebelumnya meninggalkan DC setelah perubahan kepemimpinan.
Gadot menyebut situasi Henry Cavill sebagai salah satu contoh perubahan yang menurutnya tidak berjalan dengan baik. Ia juga menyinggung Patty Jenkins yang sebelumnya menjadi sosok penting dalam perjalanan film Wonder Woman.
Meski demikian, Gadot menegaskan dirinya tidak menyimpan kepahitan terhadap keputusan tersebut. Ia justru mengaku bersyukur pernah mendapatkan kesempatan mengenakan kostum Wonder Woman dan membawa karakter tersebut ke layar lebar.
Menurutnya, Wonder Woman bukan karakter yang menjadi miliknya secara pribadi. Gadot melihat dirinya hanya sebagai orang yang mendapat kesempatan untuk membawa karakter ikonik tersebut kepada penonton.
Wonder Woman Tetap Punya Tempat di DC Universe
Berakhirnya kemungkinan Gadot kembali bukan berarti DC meninggalkan karakter Wonder Woman.
Dalam rencana awal DC Universe yang diumumkan Gunn dan Safran, DC memperkenalkan Paradise Lost, sebuah serial yang mengambil latar Themyscira, tempat asal Wonder Woman dan bangsa Amazon.
Namun, cerita tersebut ditempatkan jauh sebelum kelahiran Diana. Gunn dan Safran menggambarkannya sebagai kisah mengenai masyarakat Amazon, termasuk sejarah, politik, serta konflik di Themyscira.
Hal itu membuka kemungkinan bagi DC untuk mengeksplorasi dunia Wonder Woman tanpa harus melanjutkan cerita Diana versi Gadot.
DC sendiri telah menegaskan bahwa semesta barunya akan menggabungkan karakter-karakter baru dengan sejumlah wajah lama, tetapi tidak semua pemeran dari era sebelumnya akan kembali.
