Kumparan Logo

Google Suntik Dana Rp 1,3 T ke Studio A24 untuk Kembangkan AI bagi Filmmaker

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Google. Foto: REUTERS/Aly Song/File Photo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Google. Foto: REUTERS/Aly Song/File Photo

Studio film independen A24 menjalin kemitraan riset AI dengan unit DeepMind milik Google. Kolaborasi ini bertujuan mengembangkan teknologi berbasis AI yang dirancang khusus bagi para filmmaker.

Dilansir Variety, Google menyuntikkan investasi sekitar 75 juta dolar AS atau setara Rp 1,3 triliun ke A24. Angka ini sejalan dengan nilai investasi yang diberikan oleh Thrive Capital pada putaran pendanaan studio tersebut sebelumnya, menurut laporan Wall Street Journal.

Melalui kesepakatan ini, A24 mendapat akses ke infrastruktur dan riset DeepMind, sementara para peneliti DeepMind akan bekerja sama dengan studio untuk membangun alur kerja (workflow) baru dalam produksi film.

Ilustrasi sutradara atau pembuatan film. Foto: pui_bunny/Shutterstock

Satu poin dalam perjanjian ini adalah perlindungan data; kesepakatan tersebut tidak memberikan hak bagi Google untuk mengakses perpustakaan konten milik A24 maupun data internal mereka. Hal ini menjadi pembeda penting di tengah kekhawatiran industri mengenai penggunaan karya cipta untuk pelatihan model AI.

Langkah A24 ini jadi fenomena dalam hubungan antara studio Hollywood dan AI. Saat ini, banyak perusahaan film yang terbelah antara menjalin kemitraan atau mengajukan tuntutan hukum.

Disney, misalnya, sempat menjalin kesepakatan singkat dengan OpenAI namun di saat yang sama menggugat perusahaan AI seperti MiniMax dan Midjourney atas pelanggaran hak cipta.

Sementara itu, Lionsgate memperluas kemitraan dengan Runway AI untuk mengembangkan kekayaan intelektual (IP) baru, dan Netflix awal tahun ini mengakuisisi startup AI milik Ben Affleck, InterPositive, demi membangun alat bagi pembuat film.

Ilustrasi Kantor Google. Foto: Shutter Stock

Scott Belsky, mitra A24 yang memimpin divisi teknologi A24 Labs, menjelaskan kemitraan mereka dengan Google berbeda dari deal pada umumnya. Ia mengkritik cara pengembang AI lain mempromosikan produk mereka hanya sebagai alat untuk membuat film menjadi lebih murah dan lebih cepat.

"Kami pikir ada penggunaan yang lebih baik yang tetap menjaga kontrol kreatif dan mendukung pengambilan risiko," ujar Belsky kepada Journal.

Ia menegaskan, alat baru ini nantinya tidak akan terlihat seperti jenis AI penghasil gambar berdasarkan perintah (prompted generation) yang sering membuat orang merasa tidak nyaman.

Dari sisi teknologi, Eli Collins selaku Vice President of Product DeepMind, menyambut baik kolaborasi ini sebagai upaya menempatkan teknologi di tangan para ahli.

"Kami percaya terobosan terjadi ketika Anda memberikan teknologi ke tangan pikiran-pikiran terbaik di bidangnya," ungkap Collins.

A24 sendiri telah lama dikenal sebagai "rumah" bagi para pembuat film berbakat yang sedang naik daun. Studio ini telah melahirkan berbagai film sukses mulai dari Lady Bird, Moonlight, hingga pemenang Oscar Everything Everywhere All at Once.

Proyek-proyek terbaru mereka seperti Marty Supreme dan film horor yang viral di box office, Backrooms, semakin memperkuat posisi A24 sebagai pionir sinema modern.