Hanung Bramantyo soal Film Lobang Buaya: Ini Rangkaian Karya Personal Saya

Sutradara Hanung Bramantyo kembali menegaskan komitmennya dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan dan sejarah kelam Indonesia. Kali ini ia melakukannya lewat film terbarunya yang berjudul Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah.
Hanung menjadikan karya tersebut sebagai bagian dari eksplorasi personalnya terhadap peristiwa masa lalu. Proyek tersebut, menurut Hanung lahir dari proses perenungan panjang saat masa pandemi.
Hanung Bramantyo menuturkan film ini masuk ke dalam deretan karya personal yang berangkat langsung dari keresahan batinnya.
“Film ini adalah bagian dari rangkaian film personal saya. Ibaratnya pada saat saya pandemi, situasinya kan kita gak bisa ngapa-ngapain, ya, jadi kita berkontemplasi di situ dan menghasilkan karya," ujar ujar Hanung Bramantyo dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Dalam rekam jejak penyutradaraannya, sutradara asal Yogyakarta itu memang kerap bersinggungan dengan tema sensitif.
Hanung Bramantyo menegaskan ada dua pilar utama yang tidak pernah ia tinggalkan dalam melahirkan karya personal, yaitu dinamika keberagamaan dan lembaran kelam sejarah bangsa.
“Di semua film saya, saya selalu, ya, mulainya dari Perempuan Berkalung Sorban, kemudian ada "?" (Tanda Tanya), terakhir apa, Tuhan, Izinkan Aku Berdosa. Saya konsisten cuma dua hal: agama, keyakinan, Islam sebagai mayoritas penduduk di Indonesia, terus kemudian sejarah," ucap Hanung.
Fokus sejarah yang dimaksud suami Zaskia Adya Mecca itu tertuju langsung pada dua luka besar bangsa Indonesia yang dampaknya masih terasa hingga hari ini, yaitu peristiwa pembantaian massal 1965 dan kerusuhan serta penghilangan paksa 1998.
"Karena kita tidak pernah, terutama sejarah kelam dua peristiwa besar, yaitu '65 dan '98. '65 tadi sudah saya ceritakan, '98 sampai hari ini juga masih belum terjawab di mana mereka yang pada tidak pulang ke keluarganya, ke anaknya, ke istrinya. Di mana mereka?" ungkapnya.
Baginya, menyuarakan sejarah lewat medium sinema bukan semata-mata untuk mengadili pihak tertentu atau sekadar berspekulasi mengenai dalang tunggal di balik tragedi.
"Kami sebetulnya menginginkan ada semacam rekonsiliasi atau semacam investigasi yang benar, yang menyeluruh, sehingga kemudian ada jawaban dengan pasti," pungkasnya.
Karena itu, Hanung bertekad akan terus menghadirkan tema-tema tersebut dalam karya-karya masa depannya.
Film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah sendiri dibintangi oleh Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Mathias Muchus, dan Anya Zen.
Film karya rumah produksi Adhya Pictures dan Dapur Film dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026.
