Kumparan Logo

Kenang Liam Payne, Niall Horan: Sedih, tapi Aku Juga Senyum jika Ingat Masa Lalu

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mantan anggota band One Direction, Harry Styles (C) dan Niall Horan, pergi setelah menghadiri upacara pemakaman mendiang penyanyi One Direction, Liam Payne, di gereja St Mary's, Amersham, sebelah barat London, pada tanggal 20 November 2024. Foto: JUSTIN TALLIS/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Mantan anggota band One Direction, Harry Styles (C) dan Niall Horan, pergi setelah menghadiri upacara pemakaman mendiang penyanyi One Direction, Liam Payne, di gereja St Mary's, Amersham, sebelah barat London, pada tanggal 20 November 2024. Foto: JUSTIN TALLIS/AFP

Mantan personel One Direction, Niall Horan, mengenang mendiang Liam Payne dalam wawancara terbarunya dengan The Times of London. Dilansir Variety, Horan mengaku sempat tidak percaya saat pertama kali menerima kabar duka mengenai kepergian sahabatnya tersebut.

Liam Payne meninggal dunia pada 2024 dalam usia 31 tahun setelah terjatuh dari lantai tiga sebuah hotel di Buenos Aires, Argentina. Horan mengungkapkan bahwa dirinya bahkan sempat bertemu dengan Liam di Argentina hanya beberapa minggu sebelum insiden tersebut terjadi.

"Aku senang karena itu berarti kenangan terakhirku tentang dia adalah kenangan yang bahagia," kata Niall Horan.

Para pengusung jenazah membawa peti mati mendiang penyanyi One Direction Liam Payne keluar dari gereja St Mary's setelah upacara pemakamannya di Amersham, sebelah barat London pada tanggal 20 November 2024. Foto: JUSTIN TALLIS/AFP

"Sampai sekarang rasanya masih tidak nyata. Di hari pertama aku seperti, 'Tidak, ini tidak mungkin terjadi.'"

Penyanyi asal Irlandia itu mengatakan kepergian Liam masih terasa sulit diterima. Menurutnya, persahabatan yang terjalin sejak mereka tergabung dalam One Direction merupakan ikatan yang akan selalu ada, meski mereka tidak selalu bertemu dalam beberapa tahun terakhir.

"Persahabatan kami adalah ikatan yang akan selalu ada, bahkan ketika kami sudah lama tidak bertemu. Rasanya gila bahwa dalam sekejap, dia pergi begitu saja," lanjutnya.

instagram embed

Horan juga mengungkap bahwa sejak kepergian Liam, keluarga mereka tetap saling berhubungan untuk saling mendukung dan melewati masa kehilangan bersama. Meski diliputi kesedihan, ia mengaku banyak kenangan indah bersama Liam yang justru membuatnya tersenyum saat mengenangnya.

"Ketika aku memikirkan kepergian Liam, tentu ada kesedihan. Tapi di saat yang sama, itu juga membuatku tertawa dan tersenyum mengingat kenangan-kenangan kami," ujarnya.

Ia kemudian mengenang sejumlah momen sederhana yang pernah mereka lalui bersama, termasuk saat berada di Australia. Horan mengingat Liam sebagai sosok yang cukup mahir berselancar, sementara dirinya mengaku tidak terlalu pandai berenang.

Dalam kesempatan yang sama, Horan juga membahas album solo terbarunya bertajuk Dinner Party yang dijadwalkan rilis pada 5 Juni mendatang. Di dalam album tersebut terdapat lagu berjudul End of an Era yang menjadi bentuk penghormatan untuk Liam Payne.

Saat ditanya bagaimana reaksi Liam jika mendengar lagu tersebut, Horan meyakini sahabatnya akan menyukainya. Menurutnya, lagu itu sesuai dengan selera musik Liam yang menyukai lagu-lagu emosional dengan perjalanan cerita yang kuat.

"Aku pikir itu tipe lagu yang dia suka. Dia menyukai Coldplay, dia juga sangat menyukai lagu-lagu seperti 'You & I' milik One Direction, lagu-lagu yang punya perkembangan emosi dan membawa pendengar ke suatu perjalanan," kata Horan.