Kurasi 30 Lagu, Afgan Siapkan Kejutan di Konser Retrospektif

Penyanyi Afgan tengah bersiap menyapa penggemarnya melalui konser tunggal Retrospektif yang akan digelar di Plenary Hall JCC pada 18 Juli mendatang.
Afgan mengaku antusias kembali bekerja sama dengan komposer legendaris Erwin Gutawa setelah lebih dari satu dekade.
"Ini adalah momen yang sangat emosional bagi saya. Terakhir kali saya mengadakan konser bersama orkestra Mas Erwin Gutawa itu 11 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2015 di venue yang sama. Tahun ini, kami mengulang momen itu, tetapi dengan skala yang jauh lebih spesial," kata Afgan dalam jumpa pers di Melawai, Jakarta Selatan.
Bagi Afgan, tajuk Retrospektif jadi refleksi atas perjalanannya selama hampir 18 tahun di industri musik. Ia merangkum evolusinya dari seorang penyanyi pendatang baru di tahun 2008 hingga memiliki delapan album studio.
"Saya ingin mengajak penonton untuk melihat kembali perjalanan karier saya. Konser ini akan menjadi semacam 'jurnal visual' dari perjalanan hidup saya," tutur Afgan.
Afgan Pilih 30 dari 60 Lagu
Proses penyusunan setlist menjadi tantangan tersendiri bagi Afgan dan tim. Dengan total diskografi yang mencapai puluhan lagu hits, Afgan mengaku sempat kebingungan menentukan mana yang akan dibawakan di atas panggung.
"Saya sampai harus beli papan tulis di rumah untuk menulis semua lagu saya, dan ternyata totalnya ada sekitar 60 lagu. Menguras waktu banget untuk memilih mana yang harus dibawakan. Akhirnya kami kurasi menjadi sekitar 30 lagu yang benar-benar mewakili babak-babak penting dalam hidup saya," ucap pelantun lagu Panah Asmara tersebut.
Menariknya, 30 lagu tersebut tidak semuanya akan dibawakan secara utuh. Bersama Erwin Gutawa, Afgan melakukan aransemen ulang yang segar dan tak terduga.
"Kami tidak membawakan semuanya secara penuh; ada yang kami jadikan medley, ada yang kami mash-up. Bahkan ada ide unik dari Om Erwin untuk membuat satu komposisi lagu baru yang sebenarnya dirangkai dari potongan medley lagu lama saya. Itu sangat menguras pikiran tapi hasilnya luar biasa," ucap Afgan.
Tak hanya jumlah lagu, Erwin juga menantang Afgan soal struktur konser yang biasanya ia jalani. Ada keputusan berisiko yang diambil demi memberikan pengalaman berkesan bagi penonton.
"Om Erwin banyak 'mengacak' kebiasaan saya. Contohnya, ada satu lagu yang menurut saya itu lagu penutup banget (ending song), tapi oleh Om Erwin ditaruh di urutan pertama! Saya sempat takut orang bakal langsung pulang dikira konser sudah selesai. Tapi beliau bilang kita harus berani beda dan tak tertebak," ucap Afgan.
Konser ini juga mendapat dukungan dari Seven Star Production sebagai promotor. Afgan sangat mengapresiasi tim produksi yang berani mau mewujudkan visinya dengan skala masif.
"Tanpa keberanian dan nekatnya tim Seven Star, konser 'Retrospective' ini tidak akan pernah terjadi. Saat ini tiket sudah terjual sekitar 70%, semoga bisa segera sold out seperti tahun 2015 lalu," tutup Afgan.
