"Lady with an Ermine" Karya Leonardo da Vinci & Kisah Cinta Tragis Seorang Selir

Cecilia Gallerani baru berusia sekitar 16 tahun ketika Leonardo da Vinci ditugaskan untuk membuat lukisan potret tentangnya. Saat itu, di tahun 1489, Leonardo tinggal di Istana Adipati Milan, Ludovico Sforza, sebagai seniman utama dan penemu.
Cecilia berasal dari sebuah keluarga besar di Siena. Ayahnya, Fazio Gallerani, memang bukan seorang bangsawan, tapi ia bisa menduduki beberapa jabatan penting di istana Milan. Sedangkan ibunya, Margherita Busti, adalah putri seorang pakar hukum terkenal.
Sesuai dengan tren di era itu, Cecilia mendapatkan pendidikan bahasa Latin dan sastra yang lengkap bersama keenam saudara laki-lakinya. Saat berusia 16 tahun itulah, ia meninggalkan rumah untuk melanjutkan studi di Monastero Nuovo, tempat ia bertemu Ludovico Sforza untuk pertama kalinya.
Tak lama setelah itu, Cecilia ditawari pekerjaan sebagai dayang di Castello Sforza. Dengan bakatnya sebagai musisi, penyair, dan kecerdasannya, Cecilia cepat dikenal di kalangan elite intelektual. Konon, perpaduan antara kecantikan, kecerdasan, dan bakat inilah yang membuat sang adipati jatuh cinta.
Sayangnya cinta saja tak cukup. Perbedaan status sosial membuat pernikahan resmi antara Ludovico dan Cecilia nyaris mustahil. Sebesar apa pun cinta Ludovico, Cecillia hanya bisa dikenal sebagai salah satu selir di istana Milan.
Sebagai seorang selir, Cecilia banyak menjamu kaum intelektual elite ke istana, salah satunya adalah Leonardo. Perjamuan dan diskusi itu ia pimpin langsung. Mungkin karena tinggal di lingkungan istana yang sama, Leonardo paham betul sebesar apa pengaruh Cecilia kepada Ludovico.
Dalam lukisan "Lady with an Ermine", Leonardo tampaknya hendak menunjukkan kekuatan dan "status asli" Cecilia. Seorang selir dibuatkan lukisan potret oleh pelukis utama istana saja sudah tidak wajar dan bisa memicu kecemburuan di masa itu.
Melalui penelitian dengan sinar infra-merah, terlihat jika setidaknya Leonardo membuat lukisan ini dalam tiga fase. Fase pertama, ia hanya menggambar sosok Cecilia saja. Pose Cecilia dalam lukisan ini menjadi gebrakan baru karena ini adalah lukisan potret pertama yang modelnya terlihat sedikit memutar tubuhnya.
Di fase kedua, Leonardo menambahkan musang kecil berwarna abu-abu. Ada yang bilang, musang ini adalah permainan kata Leonardo. Dalam bahasa Yunani kuno, "musang" juga disebut "gale", potongan nama belakang Cecilia, "Gallerani".
Ada juga yang menilai musang ermine dipilih sebagai simbol kemurnian. Ermine dikenal sebagai jenis musang cerpelai yang sangat menjaga kebersihan diri. Di habitat alaminya saja, ermine rajin merawat bulunya agar tetap bersih dan berfungsi sebagai pelindung suhu tubuh.
Tapi yang lebih "gawat" justru makna selanjutnya. Ermine sejatinya adalah lambang keluarga Zforza, yang julukannya diubah menjadi "l'Ermellino" setelah dianugerahi Ordo Cerpelai oleh Raja Napoli. Alias, Leonardo kemungkinan ingin menggambarkan betapa kuat pengaruh Cecilia "memeluk" Ludovico.
Dan musang yang ia peluk itu, disebut-sebut digunakan untuk menyembunyikan rahasia yang jauh lebih bahaya: kehamilan Cecilia.
Benar saja, pada 3 Mei 1491, Cecilia melahirkan seorang putra yang ia beri nama Cesare. Ini adalah anak hasil hubungan terlarangnya dengan Ludovico Sforza. Saat itu, Ludovico sedang dalam proses pertunangan politik dengan putri Adipati Ferrara, sekaligus keponakan Ratu Hongaria, Beatrice d'Este.
Keberadaan Cesare tentu saja dianggap sebagai "ancaman" untuk dinasti keluarga yang kekuasaannya ditentukan secara garis keturunan. Setelah kelahiran Cesare, Ludovico terus menyediakan kebutuhan untuk Cecilia dan anaknya, termasuk tempat tinggal di Castello Sforza.
Hingga sekitar satu tahun kemudian, hari pernikahan Ludovico dan Beatrice tiba. Beatrice yang sudah mengetahui hubungan Ludovico dengan selir kesayangannya bersikeras agar Cecilia dan Caesar keluar dari istana Milan. Ludovico mengalah. Ia memindahkan Cecilia dan Caesar ke Istana Verme.
Ludovico juga "mencarikan jodoh" untuk Cecilia, putra Giovan Pietro Carminati dari Brembilla, Count Ludovico Carminati de' Brambilla alias Il Bergamino. Keduanya lalu menikah di tahun 1492 dan mendapatkan hadiah Palazzo Carmagnola, sebuah istana di Milan, dari Ludovico.
Dari pernikahan ini, Cecilia mendapatkan empat putra dan satu putri: Giovan Pietro, Girolamo, Francesco, Ascanio, dan Maria Felice. Pernikahan keduanya bertahan hingga Il Bergamino wafat di tahun 1514.
Hingga Cecilia menikah dengan Il Bergamino dan membangun keluarganya sendiri, sesungguhnya Ludovico tak pernah benar-benar lepas tangan. Selain memberikan istana untuk tinggal, Il Bergamino yang ia tunjuk sebagai "jodoh" Cecilia sebenarnya adalah tangan kanan yang sudah mengucap sumpah setia kepadanya. Saat Cesare dewasa pun, Ludovico menyiapkan jabatan petinggi gereja untuk putranya itu di Milan.
Hingga saat ini, sebenarnya beberapa ahli masih memperdebatkan kisah di balik lukisan ini. Janice Shell dan Grazioso Sironi, sejarawan seni yang terkenal karena penelitian kolaboratif tentang seni Reinaisans, adalah yang menyimpulkan jika lukisan "Lady with an Ermine" ini dibuat di tahun 1490 melalui rujukan silang dan bukti-bukti yang sezaman.
Dalam artikel "Cecilia Fallerani: Leonardo's Lady with an Ermine" yang diterbitkan jurnal akademis Artibus et Historiae tahun 1992, mereka mengidentifikasi wanita di lukisan ini sebagai Cecilia Gallerani. Salah satunya tertulis dalam dokumen-dokumen penting dari era Renaisans yang mempersempit waktu pembuatan lukisan menjadi tahun 1489-1491, periode ketika Cecilia menjalin hubungan dekat dengan Ludovico.
Perdebatan tentang tahun dan subjek lukisan ini sebenarnya disebabkan karena kurangnya artefak yag menggambarkan karya tersebut sebelum dibeli oleh Pangeran Polandia, Adam Jerzy Czartoryski, sebaggai hadiah untuk ibunya. Namun dalam sebuah korespondensi dengan Isabella d'Este, Cecilia berkata lukisan itu tak lagi menyerupai dirinya saat masih sangat muda.
"Saat orang melihatnya [lukisan 'Lady with an Ermine'] dan saya, tidak akan ada yang mengira lukisan ini dibuat untuk saya."
Leonardo da Vinci sesungguhnya adalah seorang seniman dan pelukis jenius. Namun ia juga dikenal punya kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Ia butuh waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan satu karya.
Lukisan Mona Lisa yang berukuran 77 cm x 53 cm yang tersohor dibuat dalam waktu 16-20 tahun. Leonardo lebih sering memandangi karyanya yang masih on going, lalu pergi tanpa meninggalkan satu pun garis kuas. Hingga meninggal di usia 67 tahun, Leonardo hanya menyelesaikan 15 lukisan.
Dan untungnya, lukisan ini ia selesaikan tepat sebelum Ludovico menikah dan Cecilia didepak keluar dari istana. Lukisan yang menggambarkan kisah cinta tragis yang terpisah oleh strata sosial.
