Kumparan Logo

Lepas dari Label Setelah 18 Tahun, KOTAK Masih Enggan Disebut Band Indie

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Personel Kotak Band, Chua, Tantri, Cella saat berkunjung untuk melakukan promosi lagu terbarunya yang bertajuk ''YOLO'' di kantor kumparan, Jakarta, Senin (23/8/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Personel Kotak Band, Chua, Tantri, Cella saat berkunjung untuk melakukan promosi lagu terbarunya yang bertajuk ''YOLO'' di kantor kumparan, Jakarta, Senin (23/8/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Setelah 18 tahun bernaung di bawah bendera major label Warner Music Indonesia, grup band KOTAK memutuskan untuk melangkah di jalur mandiri. Keputusan besar ini diambil seiring dengan berakhirnya kontrak mereka dua tahun lalu.

Kini, KOTAK merayakan kemandirian mereka melalui single YOLO yang diproduksi secara independen, langkah berani setelah dua dekade malang melintang di industri musik.

Meski bergerak sendiri, para personel KOTAK justru merasa canggung jika disebut sebagai band indie. Mereka merasa predikat tersebut terlalu besar untuk mereka yang baru saja memulai belajar mengelola segala sesuatunya secara mandiri.

"Kami masih belum berani kalau omong kami band indie. Aku sempat posting di Threads itu, KOTAK nih band baru, baru berusia 22 tahun lagi belajar mandiri gitu," ujar Tantri, vokalis KOTAK, saat berkunjung ke kumparan, Senin (24/8).

Tantri menambahkan, meski secara angka umur KOTAK sudah dewasa, dalam bisnis musik secara mandiri, mereka merasa seperti kembali ke titik nol.

"Kami enggak mau yang sok-soan 'Ah gue udah bisa kok'. Mendingan dari sekarang tuh spirit-nya kita spirit belajar aja, spirit yang masih pengen ngebuka cakrawala baru, insight baru dari semua orang," jelas Tantri.

Personel Kotak Band, Chua, Tantri, Cella saat berkunjung untuk melakukan promosi lagu terbarunya yang bertajuk ''YOLO'' di kantor kumparan, Jakarta, Senin (23/8/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Selama dua dekade, KOTAK terbiasa dengan fasilitas lengkap dari label yang mengurus segala aspek promosi dan distribusi. Kini, Tantri, Chua, dan Cella harus turun tangan langsung dalam setiap detail, mulai dari pembiayaan hingga promosi.

"Selama 18 tahun kamk belajar banyak, hanya lebih banyaknya kami diservis, terima beres. Kami bikin lagu, setelahnya diurus sama major label. Tapi karena sekarang sudah belajar mandiri, akhirnya karena kebetulan kami punya uang kas, jadi produksi dulu deh," ungkap Tantri.

Proses Produksi YOLO

Proses produksi YOLO pun dilakukan dengan cara yang unik dan efisien karena perbedaan domisili antar personel. Cella yang kini menetap di Yogyakarta harus bekerja secara jarak jauh dengan Tantri dan Chua yang berada di Jakarta.

Mereka memaksimalkan waktu saat sedang melakukan tur untuk melakukan workshop.

"Kami ambil efisiensinya pas tur aja. Musiknya udah saya bikin, kami workshop di hotel, kita cari notasinya. Kalau ketemu kami langsung eksekusi di studio untuk take vocal. Karena take vocal itu nggak bisa di hotel," cerita Cella.

Personel Kotak Band, Chua, Tantri, Cella saat berkunjung untuk melakukan promosi lagu terbarunya yang bertajuk ''YOLO'' di kantor kumparan, Jakarta, Senin (23/8/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Salah satu keuntungan menjadi band mandiri bagi KOTAK adalah bebas bersuara soal apa yang mereka rasakan tanpa adanya tekanan pasar dari pihak label.

"Sekarang tuh kami pengin lebih menyuarakan apa yang kami rasa gitu. Jadi bukan lagi pasar sekarang, bagaimana ini segala macam. Sebisa mungkin kami mencoba lebih relate sama apa yang sudah kami jalani sekarang," tegas Tantri.

KOTAK berkomitmen terus berkarya tanpa terbebani ekspektasi pasar yang tinggi. Fokus mereka bukan lagi mengejar angka viral, melainkan kejujuran dalam berekspresi.

"Sampai detik ini kami mencoba menurunkan ekspektasi, tidak berusaha lagu itu menjadi viral, tapi berusaha jujur dengan karya. Itu aja sih," tutup Tantri.