Kumparan Logo

Lestarikan Karya Papa T Bob, Film Musikal Anak Iyus Jenius Tayang 10 September

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lestarikan Karya Papa T. Bob, Film Musikal Anak Iyus Jenius Tayang 10 September. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Lestarikan Karya Papa T. Bob, Film Musikal Anak Iyus Jenius Tayang 10 September. Foto: Istimewa

Film musikal anak Iyus Jenius akan segera tayang pada tanggal 10 September mendatang. Film tersebut mengemas cerita anak dalam format musikal dengan menghadirkan sejumlah lagu ciptaan Papa T Bob.

Babah T. Bob selaku pemeran dalam film tersebut mengungkapkan bahwa Iyus Jenius menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap karya dan semangat Papa T. Bob yang selama bertahun-tahun menciptakan lagu untuk anak-anak Indonesia.

Babah T. Bob mengaku ingin memperkenalkan kembali sosok Papa T. Bob kepada generasi anak-anak saat ini. Ia berharap anak-anak masa kini dapat mengenal lagu-lagu yang dahulu menemani masa kecil orang tua mereka.

"Oke pertama kita pengin orang aware dulu bahwa ada Papa T. Bob, sang pencipta lagu legendaris anak yang sudah diakui oleh Indonesia," kata Babah T. Bob dalam keterangannya.

Lestarikan Karya Papa T. Bob, Film Musikal Anak Iyus Jenius Tayang 10 September. Foto: Istimewa

Lewat film tersebut, Ia juga ingin orang tua ikut mengenalkan lagu-lagu tersebut kepada anak-anak mereka melalui cara yang lebih relevan dengan zaman sekarang.

Namun, Babah T. Bob menegaskan bahwa Iyus Jenius tidak sekadar mengambil lagu-lagu lama kemudian memasukkannya ke dalam film. Lagu-lagu tersebut dikemas kembali dengan pendekatan musik yang lebih modern.

Dalam proses penggarapanya, tim memilih sejumlah lagu yang dianggap paling relevan dengan cerita film. Dari banyaknya lagu ciptaan Papa T. Bob, hanya sebagian yang digunakan dalam film ini.

"Ya karena ada ratusan justru lebih susah milih untuk menjadi kita kompres. Sebetulnya kita lihat bagaimana relevansinya untuk di film ini," tuturnya.

Beberapa lagu yang dipilih antara lain Diobok-obok, Jangan Marah, dan Aku Takut Mamaku Marah. Menurut Babah T. Bob, lagu-lagu tersebut memiliki tema yang masih dekat dengan kehidupan anak-anak hingga saat ini.

Alasan Produser Angkat Film Musikal Anak

Lestarikan Karya Papa T. Bob, Film Musikal Anak Iyus Jenius Tayang 10 September. Foto: Istimewa

Dalam kesempatan yang sama, Produser Gandhi Fernando mengungkapkan alasannya mau mengangkat film musikal anak. Mengingat genre tersebut jarang diproduksi di Indonesia.

Gandhi mengaku ingin menghadirkan keberagaman di tengah industri film Indonesia yang menurutnya sudah cukup banyak dipenuhi genre tertentu.

"Ya, karena aku pengin melawan arus, film yang jarang banget dibuat," kata Gandhi Fernando.

Meski tetap memproduksi film horor, Gandhi merasa perlu membuat karya yang menawarkan pengalaman berbeda bagi penonton. Menurut Gandhi, Iyus Jenius menjadi salah satu proyek yang dianggap mampu mewujudkan keinginan tersebut.

"Meskipun aku tetap bikin film horor, tapi aku tetap pengin bikin sesuatu yang berbeda gitu. Jadi, supaya tetap ada keberagaman di industri film Indonesia," ujarnya.

Iyus Jenius mengikuti perjalanan Iyus (Kevin Abadio), bocah berusia 10 tahun yang kehilangan semangat belajar dan rasa percaya diri setelah ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan.

Kehilangan tersebut membuat Iyus berubah menjadi anak yang pemurung dan pendiam. Prestasi belajarnya pun menurun drastis. Tak hanya menghadapi kesepian, Iyus juga harus berhadapan dengan perundungan serta krisis kepercayaan diri.

Di tengah kondisi tersebut, hadir sosok Babah T. Bob yang membantu Iyus menemukan kembali semangatnya melalui lagu, imajinasi, dan persahabatan.

Film Iyus Jenius diproduksi melalui kerja sama Creator Media, Seru Juga Film Studio, MAXStream Studios, dan Frontline Pictures. Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 September 2026.

Selain Kevin Abadio sebagai Iyus, film ini dibintangi Babah T-Bob sebagai Babah T-Bob, Wichita Satari sebagai Mina, Brian Mahesa sebagai Babah Hartono, Adnan Djani sebagai Kepala Sekolah, Fernando Hany Putra sebagai Ucok, Jonathan Alvaro sebagai Ade, Rasendrya Adwa Syah Putra sebagai Koko Papitok, Mireille Grimonia sebagai Gadis, serta Gandhi Fernando sebagai produser.