Kumparan Logo

Melani Mecimapro Bidik Pasar Hiburan Lebih Luas di Luar K-Pop

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Melani Mecimapro saat jalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Melani Mecimapro saat jalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Promotor Franciska Dwi Melani atau Melani Mecimapro, kini melangkah dengan lembaran baru. Dalam wawancara virtual, Kamis (7/5) malam, wanita yang telah menggeluti industri K-Pop Indonesia selama 16 tahun itu berbicara soal masa depan Mecimapro, perusahaan yang ia bangun bersama pasang surut pasar musik Korea di Tanah Air.

Setelah melewati berbagai dinamika dalam beberapa tahun terakhir, CEO Mecimapro itu siap kembali ke industri yang membesarkan namanya.

"Perjalanan saya di dunia K-Pop sudah 16 tahun. Itu jadi perjalanan dan identitas saya dan Mecimapro karena kita tumbuh melihat perkembangan pasar K-Pop di Indonesia selama bertahun-tahun," kata Melani Mecimapro.

Melani Mecimapro. Foto: Dok. Istimewa

Meski demikian, ke depannya Melani tidak ingin Mecimapro terpaku hanya pada satu segmen. Sebagai pengusaha, ia melihat peluang di industri hiburan secara menyeluruh, mulai dari live experiences, konten digital, fandom culture, community based event, hingga kolaborasi lintas industri dan internasional.

Kolaborasi dengan musisi Indonesia pun masuk dalam rencananya, seiring dengan tren budaya lain yang ia pantau sedang menanjak.

"Saya ingin jadi perusahaan entertainment yang lebih adaptif sama perubahan, kreatif, dan bisa sustainable dalam jangka waktu yang panjang," tutur Melani.

Di balik ambisi itu, Melani tetap merendah. Ia mengakui ada banyak hal di masa lalu yang mengecewakan berbagai pihak, dan meminta dukungan dari semua kalangan untuk perjalanan Mecimapro selanjutnya.

"Kami ingin tetap berusaha memberikan kontribusi bukan hanya dalam musik K-Pop, tapi ke industri ekonomi kreatif di Indonesia sendiri," ucap Melani.

Melani juga menyoroti besarnya dampak ekonomi industri konser terhadap sektor lain seperti hotel, transportasi, UMKM, F&B, hingga pariwisata.

“Konser internasional bukan hanya soal hiburan, tetapi juga menggerakkan banyak sektor ekonomi,” tutur Melani.

Melani Mecimapro. Foto: Dok. Istimewa

Melani Mecimapro Berharap Kolaborasi dengan Pemerintah Lebih Kuat

Sebagai bagian dari Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI), Melani berharap kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri kreatif dapat semakin kuat, terutama dalam pengembangan infrastruktur venue dan ekosistem live entertainment di Indonesia.

"Penguatan dari sisi infrastruktur, yang saya harapkan. Kita tuh belum punya venue yang bisa seperti vendor lain seperti di Amerika, atau Singapura seperti Singapore Stadium. Harusnya juga ada kemudahan komunikasi lintas sektor. Potensinya besar banget untuk jadi market entertainment terbesar di Asia," ucap Melani.

Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil, Melani optimistis dengan perkembangan industri hiburan Indonesia yang dinilai terus bertumbuh dengan audience yang semakin mature dan antusias.

Menurutnya, perkembangan digital dan media sosial juga membuat industri entertainment semakin dinamis karena audience kini mencari koneksi emosional dan pengalaman yang lebih personal dengan artis maupun event.

"Penonton sudah mature dan punya ekspektasi tinggi terhadap kualitas produksi konser, experience di venue sendiri. Oleh karenanya promotor harus lebih adaptif dan lebih hati-hati membangun ekosistemnya dengan vendor, venue, dan semua pihak yang terlibat," tutup Melani.