Peluru Senja, Film Perang Malaysia yang Syuting di Bali

Film drama perang Malaysia berjudul Peluru Senja: The Ghost & the Gun baru saja merilis trailer dan mengumumkan jadwal tayang. Film yang syuting di Bali ini merupakan kolaborasi lintas negara dengan latar perang tahun 1948.
Peluru Senja: The Ghost & the Gun membawa penonton kembali ke masa pasca-Perang Dunia II yang penuh ketidakpastian di Malaysia. Cerita berfokus pada dua tentara, seorang prajurit Melayu dan tentara Inggris, yang terdampar setelah penarikan militer besar-besaran, lalu terpaksa bersatu demi melindungi sebuah desa dari ancaman gerilyawan.
“Kami memiliki banyak film Perang Dunia II, tetapi jarang yang berpusat pada masyarakat kawasan ini atau menyoroti dampak penarikan pasukan Inggris yang memicu kekacauan. Skenario garapan Abhi Kumar memberi saya kesempatan sempurna untuk mengeksplorasi trauma psikologis yang dibawa oleh para penyintas perang," ujar sutradara Anshul Tiwari dalam keterangannya, seperti dilansir Variety.
Produksi film ini menjadi ajang kolaborasi multinasional yang melibatkan talenta dari Malaysia, Indonesia, Singapura, India, Bangladesh, hingga Inggris. Meskipun ceritanya berpusat di Malaysia, seluruh proses syuting justru dilakukan di Bali dengan membangun 14 set khusus untuk mereplikasi suasana Malaysia tahun 1940-an.
Film yang akan tayang di bioskop Malaysia pada 28 Agustus mendatang ini dibintangi Fabian Loo dan Hazman Al-Idrus dari Malaysia, Bret Tutor serta aktris berbakat asal Indonesia, Asmara Abigail.
