Produser Terpikat Cerita Horor Komedi Ghosthing, Kagumi Karakter Yasamin Jasem

Menghadirkan tawa di balik kisah mistis jadi daya tarik tersendiri bagi eksekutif produser Imperial Pictures, Peter Surya Wijaya. Melalui film Ghosthing, Peter tergerak meramu sebuah tontonan mengundang senyum dan tawa hangat para penikmat film.
Kisah Ghosthing berpusat pada dinamika unik antara Alfian (Baskara Mahendra), seorang perias jenazah, dengan Maya (Yasamin Jasem), sosok arwah influencer ceria yang menyimpan teka-teki seputar kematiannya.
Bagi Peter, perpaduan horor dan bumbu komedi di film ini menawarkan rasa yang jarang ditemui. Ia pun terdorong untuk terjun langsung mematangkan konsepnya bersama tim.
“Waktu saya lihat Ghosthing, itu sangat menarik dari arwahnya, dari ceritanya sangat mampu membawa lucu. Jadi, kami dengan tim kreatif dan produser yang lain ikut mengembangkan film ini," tutur Peter di Senayan City XXI, Jakarta Selatan.
Meski terbiasa memproduksi film bergenre drama hingga horor, Peter memandang komedi sebagai ruang belajar yang menyenangkan.
"Iya, biar kita nonton film komedi bisa ketawa, bisa lebih santai," ungkap Peter.
"Mungkin banyak film ada horor, ada drama, kami produksi drama juga, dan ada komedi. Kamk lagi belajar bagaimana untuk membuat film komedi," sambung Peter.
Keterlibatan Peter dalam film ini pun terasa begitu personal. Baginya, peran produser jauh melampaui urusan pendanaan.
"Tugas saya itu pilih cerita, develop, sama tentu memilih pemain dan sampai sutradara," jelas Peter.
Dalam prosesnya, ia mengedepankan keterbukaan ruang diskusi.
"Biasanya dari usulan tim, para produser, kreatif, untuk menyampaikan. Kami pertimbangkan dan melakukan penilaian," tambah Peter.
Puji Akting Yasamin Jasem
Dari proses kreatif, salah satu kepuasan Peter terpancar saat menyaksikan totalitas akting para pemain, terutama Yasamin Jasem. Peter tak pernah bosan menonton film ini berulang kali sejak masa pascaproduksi berkat kepiawaian sang aktris.
"Apalagi dengan Yasamin, saya suka sekali akting dia. Dengan karakternya itu luar biasa," puji Peter.
Di mata Peter, Yasamin berhasil keluar dari zona nyamannya. Sosok Yasamin yang cenderung tenang dan pemalu, mampu menjadi arwah Maya yang begitu ekspresif dan cerewet.
"Biasanya Yasamin enggak terlalu cerewet, ya. Dia orangnya biasa lebih pendiam. Tapi kalau di situ, dengan cara omongannya, cerewetnya luar biasa," ujar Peter.
Menatap masa depan, Peter menaruh harapan manis agar karya-karya lokal seperti Ghosthing kelak dapat melangkah lebih jauh dan dinikmati oleh penonton global.
"Ya, semoga. Kami belajar, expand bagaimana untuk berkembang ke internasional. Biar film Indonesia kita semua bisa ke internasional. Semoga nanti, doain," ujar Peter.
Peter membocorkan bahwa pihaknya tengah tekun menggodok sederet judul baru dengan eksplorasi genre yang kian berwarna tahun depan.
"Di meja saya ada beberapa cerita, ada drama, horor, komedi juga. Kami masih dalam development," tutup Peter.
Film Ghosthing jadi entri film horor komedi Indonesia terbaru yang diproduksi Imperial Pictures. Film karya Arie Aziz ini dibintangi Baskara Mahendra dan Yasamin Jasem sebagai pemeran utama.
Selain Baskara dan Yasamin, film ini dibintangi Leony VH, Tanta Ginting, Reinold Lawalata, dan Bang Tigor. Film Ghosthing dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 15 Oktober 2026.
