Kumparan Logo

Saputra Kori Bangga "402 Rumah Sakit Korea" Dipuji Sutradara Jung Bum-shik

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Saputra Kori saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.
 Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Saputra Kori saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Aktor Saputra Kori merasa bangga usai horor terbaru yang ia bintangi, 402 Rumah Sakit Korea, baru saja world premiere di ajang Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN). Kori mengungkapkan rasa syukurnya karena karya mereka mendapat apresiasi dari publik internasional.

Salah satu momen yang paling tak terlupakan bagi Kori adalah saat bertemu dengan sutradara asli film Gonjiam: Haunted Asylum, Jung Bum-shik. Sebagai informasi, film ini jadi adaptasi resmi dari film horor fenomenal asal Korea Selatan tersebut.

"Kabar gembiranya, sutradara Gonjiam Haunted Asylum bilang bahwa film ini tuh film remake atau film adaptasi yang sangat puas dia tonton karena secara teknikalnya sangat diperhatikan," ungkap Saputra Kori saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat.

Kori menyebut, sutradara memberikan ulasan positif secara mendalam setelah menonton hasil kerja keras tim Indonesia.

"Dia langsung review langsung di depan kita. Jadi kita sangat excited sekali membawa film ini ke Indonesia. Kita enggak sabar pengin nunjukin yang udah kita bawa ke Korea," tambah Kori.

Penayangan film 402 Rumah Sakit Angker Korea di BIFAN. Foto: Dok. Istimewa

Selain aspek teknis, Kori menilai kekuatan film terletak pada narasinya yang sangat relevan dengan fenomena sosial media masa kini. Film ini menyentil perilaku netizen yang rela melakukan apa saja demi popularitas.

"Film ini relate sekali sama kehidupan sosial media sekarang. Kalau melihat garis besar, di sosial media sekarang itu banyak orang-orang yang bersosial media hanya untuk mendapatkan validasi. Kalau validasi bukan hanya untuk mendapatkan materi," jelas Kori.

Konferensi pers perilisan trailer dan poster film 402: Rumah Sakit Angker Korea, di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Kori menyoroti dialog dalam film yang sering menggaungkan kalimat 'hanya untuk konten'.

"Itu pastinya kita bisa lihat sendiri banyak orang yang melakukan hal-hal gila yang mungkin bagi orang wajar tuh kayak 'ngapain sih lu ngelakuin hal kayak gini cuma demi views' gitu. Bagi aku film ini relate dengan keadaan sekarang," tutur Kori.

Keunikan lain yang menjadi nilai jual utama film 402 Rumah Sakit Korea adalah teknis produksinya. Kori menegaskan, film ini sama sekali tidak melibatkan kameramen di lapangan.

"Semua yang tadi kalian tonton adalah hasil gambar yang kami ambil sendiri dari kamera GoPro yang dipasang di badan masing-masing. Itu kenapa kita excited banget buat ngasih tunjuk film ini ke kalian karena ini film yang sangat effort kita bikinnya," kata Kori.

Untuk menghasilkan found footage yang autentik, mereka harus memikul berat kamera yang menempel pada tubuh selama berjam-jam.

"Bahkan waktu selama syuting tuh untuk duduk normal kayak gitu nggak bisa. Body rigging-nya tuh kurang lebih 5 kilogram ada di badan kita dan harus kita pakai kurang lebih 8 jam per hari selama di Korea Selatan," kenang Kori.

Tantangan Cuaca

Tantangan tidak berhenti di situ. Cuaca ekstrem Korea Selatan juga menjadi ujian tersendiri bagi ketahanan stamina mereka. Syuting dilakukan saat musim panas yang menyengat, namun skenario mengharuskan mereka tampil dengan pakaian musim dingin.

"Kondisinya lagi summer, panas banget tapi di film tadi, kami pakai baju musim dingin. Jadi kalian bisa tahu seberapa liter keringat yang udah keluar dari badan kita, tapi keringatnya enggak kelihatan di gambar," ujar Kori.

Saputra Kori yakin, segala kesulitan, mulai dari mengatur kamera yang sangat sulit hingga beban fisik akan terbayar lunas saat penonton menyaksikan film ini di bioskop.

"Jadi aku berani bilang kalau film ini jadi film horor yang akan fresh sekali di Indonesia," tutup Kori.

Film yang dibintangi Arbani Yasiz, Saputra Kori, Jang Hansol, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, dan Aylena Fusil ini telah tayang di bioskop pada 9 Juli 2026.