Kumparan Logo

Sekuel 'Michael' Siap Kupas Tuduhan Pelecehan Anak dari Mendiang Michael Jackson

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Michael Jackson. Foto: THIERRY SALLIOU/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Michael Jackson. Foto: THIERRY SALLIOU/AFP

Kesuksesan film biopik Michael soal perjalanan hidup Sang Raja Pop, Michael Jackson, kini memasuki babak baru lewat sekuel yang siap digarap. Film pertamanya diketahui sukses dengan mengantongi 1 miliar US dolar di seluruh bioskop dunia.

Film kedua akan mengambil langkah berani dengan membahas masa tersulit di hidup Jackson, termasuk tuduhan pelecehan anak yang menerpanya di era 90-an.

Jaafar Jackson, keponakan yang berperan jadi Michael Jackson, mengonfirmasi sekuel ini akan menyentuh kritik dan tuduhan pelecehan yang dihadapi Michael.

Jaafar mengaku tidak memiliki kendali atas penulisan skenario. Namun ia berharap menaruh film ini mampu memberikan sudut pandang yang selama ini jarang didengar oleh publik.

"Ini adalah cerita orang lain," ungkap Jaafar Jackson kepada GQ Middle East, dilansir Veriety.

"Ini adalah ide orang lain tentang apa yang terjadi, dan hal itu didorong oleh sebuah alasan tertentu. Dan itulah masalah utama yang kami hadapi sebagai keluarga tidak membiarkan suara Michael didengar. Saya pikir itu sangat, sangat penting, terutama pada tahun-tahun terakhir hidupnya," lanjutnya.

Michael Jackson. Foto: AFP

Keputusan untuk membagi biopik ini menjadi dua memang disengaja agar setiap fase kehidupan Michael dapat digambarkan secara detail.

Film pertama yang baru saja merajai box office hanya mengisahkan separuh awal kariernya, tepatnya berakhir pada perilisan album Bad tahun 1987.

Hal ini membuat periode kontroversial yang dimulai sejak tuduhan pertama muncul pada tahun 1993 menjadi fokus utama dalam film kedua mendatang.

Jaafar menilai, struktur dua film ini jadi kesempatan bagi fans untuk memahami situasi yang dihadapi Michael secara komprehensif.

"Film pertama fokus pada Michael dan roots-nya. Jadi kalian mendapat gambaran tentang siapa dia sebelum meraih sukses dan menjadi ikon yang dikenal orang. Karena pada akhirnya, itulah dirinya di tahun 90-an hingga ia meninggal dunia," ucap Jaafar.

Michael Jackson Foto: Flickr

Lebih lanjut, Jaafar menekankan bahwa meskipun Michael mengalami tekanan mental akibat perlakuan dunia terhadapnya, sifat aslinya tidak pernah berubah.

"Dia tidak pernah mengubah kemurnian itu, perasaan ingin selalu menemukan kebaikan dalam diri orang lain," kata Jaafar dengan penuh emosional.

"Tidak peduli semua hal yang dia lalui, apa yang dikatakan tentang dia, dia tidak pernah berhenti memperlakukan orang dengan kebaikan. Dia tidak pernah berhenti percaya dan ingin mencari kebaikan pada orang lain," tutup Jaafar.