Kumparan Logo

Tantowi Yahya Bawa Misi Diplomasi Budaya Indonesia Lewat Strings of Equator

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tantowi Yahya menggelar konser Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tantowi Yahya menggelar konser Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia. Foto: Dok. Istimewa

Tantowi Yahya membawa misi diplomasi budaya Indonesia ke tiga negara Eropa lewat konser Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia. Bersama Thomsell Band, konser itu digelar di Norwegia, Spanyol, dan Belanda.

Lewat konser Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia, Tantowi Yahya menggabungkan promosi budaya pariwisata, dan investasi Indonesia.

Strings of Equator : A Musical Journey to Indonesia merupakan pertunjukan musik yang menggabungkan lagu-lagu Indonesia, lagu daerah, karya internasional, dan narasi budaya yang memperkenalkan keragaman Indonesia kepada audiens global.

Tantowi Yahya menggelar konser Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia. Foto: Dok. Istimewa

Ini menjadi tahun ketiga bagi Tantowi Yahya tampil di Santa Susanna, Spanyol. Hal itu menunjukkan kepercayaan dan apresiasi yang terus tumbuh dari audiens internasional terhadap diplomasi budaya Indonesia.

Konser Strings of Equator : A Musical Journey to Indonesia digelar di Victoria National Jazz Scene, Oslo pada 24 Agustus 2026. Kemudian 28 Agustus, 31 Agustus, dan 1 September 2026 di Hotel Indalo Park Santa Susanna, Barcelona, Spanyol. Terakhir pada 4 September 2026 di Resepsi Diplomatik KBRI Den Haag, Wisma Duta RI.

Diharapkan, konser Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia bisa membangkitkan ketertarikan wisatawan Eropa untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi prioritas. Kemudian menanamkan persepsi positif tentang Indonesia sebagai mitra investasi yang terbuka dan menjanjikan.

"Musik adalah jembatan paling universal antarbangsa. Melalui Strings of Equator, kami ingin menyampaikan bahwa Indonesia bukan hanya negara dengan kekayaan budaya yang luar biasa, tetapi juga mitra strategis yang siap berdialog dengan dunia, baik dalam ranah pariwisata maupun investasi," kata Tantowi dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan.

Presiden Direktur KEK Kura-Kura Bali Tantowi Yahya di KEK Kura-Kura Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Konser Strings of Equator : A Musical Journey to Indonesia diselenggarakan berdasarkan kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Oslo dan KBRI di Den Haag.

Strings of Equator : A Musical Journey to Indonesia mendapatkan dukungan strategis dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana, program pemanfaatan hasil kelola Dana Abadi Kebudayaan yang dirancang untuk memfasilitasi kegiatan budaya berdampak strategis di tingkat internasional.

Kemitraan strategis juga terjalin dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebagai mitra strategis misi ini. Keterlibatan BRI mempertegas komitmen bank nasional terbesar Indonesia dalam mendukung promosi Indonesia di tingkat global, sekaligus memperluas narasi BRI dari ekosistem keuangan domestik menuju kehadiran aktif di panggung diplomasi internasional.

Dukungan turut hadir dari PT Pertamina (Persero) yang memperkuat komposisi kemitraan multi-sektor dalam misi ini. Keterlibatan Pertamina menempatkan perusahaan energi nasional sebagai bagian dari narasi Indonesia yang siap menjadi mitra strategis di panggung Eropa, khususnya di Norwegia dan Belanda yang memiliki ekosistem industri energi yang matang.

Kemitraan strategis juga terjalin dengan Yayasan Kesetiakawanan dan Keadilan Sosial, yang turut mendukung terselenggaranya misi diplomasi budaya ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk mengangkat nama Indonesia di panggung internasional melalui jalur seni dan budaya.

"Dukungan dari Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana, BRI, Pertamina, dan Yayasan Kesetiakawanan dan Keadilan Sosial menjadi penanda penting bahwa diplomasi budaya Indonesia kini dijalankan dengan dukungan ekosistem yang utuh dari pemerintah, sektor korporasi, sektor sosial, dan pelaku seni profesional. Inilah model diplomasi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi," ucap Tantowi.