Kumparan Logo

Upayakan Damai, Sarwendah Ajak Ruben Onsu Hadir di Pertemuan Pada 11 Juli

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Artis Sarwendah sambangi kantor KPAI Menteng, Jakarta. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Artis Sarwendah sambangi kantor KPAI Menteng, Jakarta. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, mengatakan pihaknya telah menyampaikan undangan pertemuan kepada pihak Ruben Onsu. Hanya saja, saat ini mereka masih menunggu kepastian apakah Ruben akan hadir dalam pertemuan tersebut.

Pihak Sarwendah telah mengundang Ruben Onsu untuk menghadiri pertemuan pada 11 Juli 2026. Pertemuan itu dimaksudkan untuk menjadi jalan penyelesaian dari berbagai persoalan antara Ruben Onsu dan Sarwendah. ‎ ‎

"Pertemuan sudah kami undang. Masalah mereka hadir apa enggak, ya kami persilakan. Kalau memang mereka tidak bisa hadir, ya, kami sangat menyayangkan. Tapi kami berharap mereka bisa hadir dalam pertemuan itu," ujar Chris Sam Siwu kepada wartawan di Gedung KPAI, Jakarta Pusat.

Menurut Chris, pertemuan itu tidak hanya melibatkan kuasa hukum dari kedua belah pihak. Sarwendah dan Ruben juga diharapkan bisa hadir langsung di dalamnya.

Ruben Onsu (tengah) di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (28/1). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Chris berharap pertemuan tersebut bisa menjadi ruang untuk berdialog dan menyelesaikan segala permasalahan dengan cara baik dan tidak terus berlarut.

"Karena yang kami undang bukan hanya kuasa dengan kuasa, tapi klien dengan klien. Kami berharap ada titik temu, tidak lagi ribut-ribut," ungkap Chris.

Istri dari Ruben Onsu, Sarwendah (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait menghujat keluarganya di media sosial di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu, (15/5/2024). Foto: Agus Apriyanto

Chris menegaskan bahwa kepentingan anak menjadi alasan utama di balik inisiasi pertemuan tersebut. Menurutnya, anak-anak adalah pihak yang paling terdampak dari konflik yang terjadi. ‎ ‎

Karena itu, Chris berharap semua pihak bisa mengesampingkan perbedaan yang ada demi kepentingan anak-anak.

‎"Bagaimanapun korban dari peristiwa ini bukan lagi para orang tuanya, tetapi anak-anak. Jadi itu yang kami hindari," tutup Chris.