KM Feronia Tenggelam di Perairan NTT, Drone Bawah Air Dikerahkan Cari Korban

Kapal wisata KM Feronia tenggelam di perairan Pulau Tatawa, NTT pada Selasa (13/10). Kapal phinisi tonase GT 51 itu mengangkut 30 orang dengan rincian 25 penumpang dan 5 awak kapal. Dari jumlah tersebut 29 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara satu orang lainnya hilang.
Korban hilang ialah seorang WNI bernama Veronica Beatrix Jessica (23). Hingga Jumat (16/10), tim SAR belum menemukannya.
Pencarian Veronica dilakukan tim SAR sejak hari pertama kapal dilaporkan tenggelam. Pada hari keempat, pencarian tidak hanya di lokasi sekitar kapal tenggelam tapi juga mencapai perairan Pulau Padar. Sebanyak 104 personel dikerahkan mecari korban sejak pukul 06.45 WITA.
Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menjelaskan pencarian dilakukan melalui tiga pendekatan: penyisiran permukaan laut, penyelaman, dan penggunaan drone bawah air.
"Area pencarian dibagi sesuai sektor masing-masing SRU, dari sekitar Pulau Tatawa hingga perairan Pulau Padar," ujar Fathur dikutip Sabtu (17/10).
Tim Penyelam hingga Drone Bawah Air
Tim penyelam melakukan beberapa sesi pencarian hingga kedalaman ±42 meter.
Tim SAR juga menggunakan drone bawah air milik PT Famindo yang dibawa KM Hiu Macan 03 dari KKP Kupang. Pemantauan difokuskan di sekitar Pulau Tatawa Kecil dan Batu Bolong, pada radius sekitar 1,1 mil laut dengan jangkauan kedalaman hingga 90 meter, untuk menjangkau area yang sulit diakses penyelam.
Tangki Selam Ditemukan di Selatan Pulau Padar
Pada pukul 11.45 WITA, kapal nelayan menemukan satu tangki selam yang terapung di perairan selatan Pulau Padar. Informasi diterima pukul 12.22 WITA dan langsung ditindaklanjuti tim SAR sebagai bagian dari perluasan area pencarian.
Keluarga korban yang turut serta dalam operasi juga melaksanakan doa bersama sebelum tim kembali menyisir ke arah utara Pulau Padar.
Hingga operasi hari keempat berakhir pukul 18.00 WITA, Veronica belum ditemukan. Seluruh unsur SAR kembali ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk evaluasi. Pencarian akan dilanjutkan pada Sbatu, 17 Oktober 2026.
Kapal Tenggelam
Penumpang KM Feronia sebagian besar ialah WNA. Kapal ini bertolak dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo menuju Dermaga Pulau Rinca pada pukul 08.00 WITA.
Sekitar pukul 14.30 WITA, saat melintasi kawasan berarus kuat di sekitar Pulau Tatawa, kapal mengalami kemiringan, terbalik, dan akhirnya tenggelam.
"Kapal tersebut mengangkut 30 orang. 25 penumpang dan 5 orang Anak Buah Kapal (ABK)," ujar Fathur.
Tim SAR kemudian melakukan pencarian korban usai mendapat laporan. Operasi evakuasi juga dibantu kapal-kapal warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Pukul 15.00 WITA, 14 penumpang dievakuasi menggunakan speedboat Red Whale 2. Hingga pukul 18.00 WITA, sebanyak 29 orang telah berhasil dievakuasi. Satu orang penumpang, Veronica Beatrix Jessica (23), warga negara Indonesia, belum ditemukan dan masih dalam pencarian.
