Mendagri Pastikan ASN Jayawijaya Korban KKB Bukan Intel: Pelaku Sebar Ketakutan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendagri Tito Karnavian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mendagri Tito Karnavian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menanggapi tudingan tiga ASN korban penembakan di Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang disebut merupakan intel. Tito mengatakan tudingan tersebut kerap digunakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk menimbulkan ketakutan di masyarakat.

“Ya biasanya begitu, yang disampaikan oleh para kelompok yang melakukan penembakan kekerasan selalu alasannya intel, begitu. Padahal dia berusaha untuk ganggu aja,” kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9).

“Membuat masyarakat menjadi takut dan lain-lain, menyebarkan kekerasan, menyebarkan ketakutan gitu ya,” lanjutnya.

Tito kemudian meminta aparat keamanan, mulai dari Polri, TNI, hingga intelijen, meningkatkan pemantauan terhadap pergerakan kelompok-kelompok yang melakukan kekerasan di wilayah tersebut.

“Nah, ya saya tentu berharap, teman-teman dari aparat keamanan, Polri, TNI, Intelijen, dapat bisa menjaga situasi yang lebih kondusif, kemudian bisa memantau pergerakan dari kelompok-kelompok itu dan bisa menetralisir kelompok itu,” ujarnya.

Menurut Tito, langkah tersebut diperlukan agar masyarakat, termasuk ASN yang menjalankan tugas, dapat beraktivitas dengan lebih aman dan tenang.

“Supaya ada keberanian dari masyarakat untuk beraktivitas. Kalau seandainya tidak ada serangan-serangan kan pasti mereka akan lebih tenang. Saya kira itu,” tutur Tito.

3 staf Dinas Pertanian Jayawijaya meninggal akibat ditembak KKB, September 2026. Foto: IG/@bknkanreg14

Sebelumnya, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil mengidentifikasi 2 orang yang menjadi pelaku dalam kasus penembakan 3 pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Dua orang tersebut berinisial PN dan KT yang terlihat dalam cuplikan video call yang beredar di media sosial.

Kepolisian juga memastikan bahwa PN dan KT masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang telah diidentifikasi kepolisian. Informasi tersebut didapatkan setelah menyandingkan cuplikan video yang beredar dengan data dan ciri-ciri yang telah dimiliki.

“Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki, serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT yang masuk dalam DPO kami,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, dalam keterangan yang diterima Sabtu (12/9).

Yusuf juga membeberkan kronologi mengenai kejadian penembakan tersebut. Diketahui ketiga korban hendak memberikan bantuan berupa ternak anak babi, melakukan pengecekan Lahan Cetak Sawah, serta memberikan penyuluhan terkait dengan peternakan.

Namun, dalam perjalanan kembali menuju Kabupaten Wamena, kendaraan yang mereka tumpangi diduga diadang oleh kelompok bersenjata dan diperintahkan untuk berhenti.

Ketiga korban diminta untuk turun dari kendaraan dan digiring menuju belakang kendaraan. Tidak lama, terdengar 3 kali letusan senjata api. Setelah melakukan penembakan tersebut, para pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian.