Pelabuhan Ketapang Sempat Macet 15 Km, Polisi Tegur ASDP hingga Pengendara

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana kemacetan di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (7/9/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Suasana kemacetan di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (7/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Penanganan kemacetan horor yang melanda akses menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Minggu (6/9) memicu reaksi tegas dari kepolisian.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur, Kombes Pol Rahmat Hakim, menegur jajaran otoritas penyeberangan sekaligus memperingatkan para pengendara agar disiplin di jalan raya.

Dalam rapat koordinasi lintas instansi di Banyuwangi, Rahmat menegur unsur perhubungan dan PT ASDP Indonesia Ferry terkait penyelesaian penyebab kemacetan panjang yang terjadi di Pelabuhan Ketapang.

Rahmat mempertanyakan alotnya penyelesaian krisis ini hingga Polda Jatim harus menerjunkan personel Bantuan Kendali Operasi (BKO). Menurutnya, kepolisian sudah bekerja 24 jam menjaga arus di jalan nasional, namun kelancaran operasional dermaga tetap berada di bawah wewenang otoritas pelabuhan.

"Seluruh instansi diminta menjalankan perannya secara terkoordinasi dan tidak saling menunggu. Kepolisian menjaga arus di jalan, sedangkan otoritas penyeberangan menangani aspek teknis dan kapasitas layanan," tegas Rahmat.

Menurut kepolisian, fluktuasi kemacetan sudah terjadi sejak Sabtu (5/9) malam. Panjang antrean kendaraan sempat mengular hingga 15 kilometer, lalu sempat menyusut signifikan menjadi 1,7 kilometer pada Minggu (6/9) sekitar pukul 04.30 WIB. Namun, penumpukan kendaraan kembali memanjang melampaui 5 kilometer pada siang harinya.

Selain mengkritik otoritas penyeberangan, Dirlantas memberikan peringatan keras kepada para pengendara. Ia melarang keras aksi menyerobot jalur (ngeblong) karena terbukti memicu kemacetan dua arah hingga mengunci arus lalu lintas.

"Yang kita utamakan adalah tidak ada kendaraan yang ngeblong. Kalau sampai ngeblong, nanti mengunci arus dari arah berlawanan. Bagi pengendara yang memiliki kebutuhan mendesak, segera hubungi petugas kami di sepanjang jalan," ujarnya.

Guna menjaga ketertiban di jalur terdampak, Polda Jatim telah mengerahkan 60 personel BKO dan 30 unit sepeda motor untuk memperkuat Polresta Banyuwangi. Para petugas disiagakan dalam empat sif selama 24 jam nonstop untuk mengurai kemacetan serta memprioritaskan kendaraan darurat seperti ambulans.

ASDP Sampaikan Permohonan Maaf

Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, macet parah pada Minggu (6/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa akibat antrean dan waktu tunggu yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa. Karena itu, fokus kami adalah mempercepat penguraian antrean dengan mengoptimalkan seluruh kapasitas yang tersedia, termasuk mengerahkan kapal-kapal berukuran besar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (7/9).

Untuk mempercepat penguraian antrean, KMP Jatra I telah digerakkan menuju Tanjung Wangi dan dijadwalkan tiba pada Selasa (8/9) untuk memperkuat layanan Ketapang–Gilimanuk sesuai kesiapan operasional.

Sementara itu, KMP Portlink 0 juga telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi untuk memperkuat layanan lintasan Tanjung Wangi–Lembar yang terhubung dengan Pelabuhan Gili Mas. Langkah ini menjadi bagian dari optimalisasi jaringan lintasan untuk menambah kapasitas sekaligus membantu mengurangi tekanan kendaraan di Ketapang–Gilimanuk.

Heru melanjutkan, sambil menunggu tambahan armada, kapasitas kapal yang tersedia juga dioptimalkan. Pengaturan pola operasi dilakukan secara kolaboratif bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan sesuai kewenangannya.

Dalam kondisi saat ini, lanjut dia, pola operasi dapat dioptimalkan hingga maksimal 8 trip dengan tetap mengikuti pengaturan dan ketentuan yang berlaku.

GM ASDP Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan bahwa pengaturan operasional di lapangan dilakukan secara dinamis dengan melihat kondisi antrean dan pergerakan kendaraan.

"Tim di lapangan terus melakukan penyesuaian pola operasi agar kapasitas kapal bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin. Kami juga berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan proses pengaturan kendaraan dan pemuatan berjalan tertib, sehingga antrean dapat lebih cepat terurai,” ujar Media.

Ia menambahkan, komitmen bersama yang disepakati hari ini menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran operasional ke depan, termasuk memastikan pengguna jasa mengikuti pengaturan dan arahan petugas di lapangan.

ASDP akan terus memantau perkembangan layanan dan melakukan penyesuaian operasional sesuai kondisi. Setiap kapasitas yang tersedia akan terus dimaksimalkan untuk mempercepat penguraian antrean, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.