Pelajar SMP di Jaktim Ditemukan Tewas di Pinggir Kali, Diduga Bunuh Diri

Catatan Redaksi: Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan atau klik www.healing119.id atau telepon darurat 119 ext. 8 atau WhatsApp +62 813-8007-3120.
Seorang pelajar SMP ditemukan meninggal dunia di pinggir kali di kawasan Jalan Poncol Atas, Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (29/9).
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada polisi sekitar pukul 13.00 WIB.
“Benar bahwa pada tanggal hari dan jam tersebut telah ditemukan mayat yang diduga bunuh diri yang masih menggunakan seragam sekolah SLTP kemeja warna putih dan celana panjang warna biru di pinggir kali,” kata Budi kepada wartawan, Selasa (29/9).
Korban diketahui merupakan pelajar kelas 9 dari SMPN 92 Jakarta Timur. Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam sekolah.
Ditemukan oleh Pemulung
Budi menjelaskan, korban pertama kali diketahui oleh petugas PPSU setelah mendapat informasi dari seorang pemulung yang sedang mencari barang bekas di sekitar pinggir kali.
“Menurut keterangan saksi 1 pada saat saksi akan istirahat sebagai petugas PPSU, sekitar jam 11.30 WIB, mendapat informasi dari pemulung yang sedang mencari barang-barang bekas di pinggir kali,” ujarnya.
Petugas PPSU kemudian mendatangi lokasi dan melihat warga telah berkumpul. Setelah diperiksa, ditemukan seorang pelajar dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Informasi mengenai penemuan tersebut kemudian disampaikan melalui grup WhatsApp PPSU hingga petugas lainnya mendatangi lokasi.
Pihak kepolisian dari Polsek Pulogadung dan Polres Metro Jakarta Timur selanjutnya melakukan pemeriksaan dan memperoleh informasi bahwa korban merupakan siswa kelas 9 di SMPN 92 Jakarta Timur.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda luka akibat kekerasan pada tubuh korban.
Selembaran Tulisan hingga Pisau
Polisi juga menemukan sejumlah barang milik korban di sekitar lokasi kejadian. Barang-barang tersebut selanjutnya diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
“Di samping kaki sebelah kanan terdapat tas korban dan terdapat selembar tulisan yang pesan tersebut ditujukan kepada kedua orang tua, dan kepada teman-temannya. Dan satu buah pisau,” katanya.
Dalam foto yang diterima kumparan, sebagian kertas pesan itu tertutup oleh topi merah. Namun tetap ada bagian yang terlihat. Isinya kurang lebih sebagai berikut:
maaf kalo aku belum bisa jadi anak yang berbakti
maaf aku lakuin ini mah
aku lebih baik begini dari pada hidup rugiin orang lain
#pesan untuk teman sekolah
makasih yang udah baik sama gua.
Pihak sekolah juga membenarkan korban merupakan siswanya. Pada hari kejadian, korban diketahui tidak mengikuti ujian.
“Dari keterangan saksi 3 sebagai kepala sekolah membenarkan korban adalah siswa SMPN 92 kelas 9 yang pada hari ini tidak mengikuti ujian,” tuturnya.
Polisi, kata Budi, masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban dan mendalami peristiwa tersebut.
