Polda Metro Ungkap Penyebab Belum Umumkan Hasil Ekshumasi Sutrimo

Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri akan segera menyerahkan hasil uji laboratorium terhadap sampel yang diambil saat ekshumasi jenazah Sutrimo. Polda Metro Jaya menyebut pemeriksaan masih dilakukan secara spesifik karena sampel yang diperiksa cukup banyak.
"Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Pusat Laboratorium Forensik Polri dan insyaallah dalam waktu dekat dari Puslabfor Polri akan menyerahkan hasil final dari laboratorium terhadap pengecekan sampel-sampel atau pemeriksaan atau uji laboratorium terhadap sampel-sampel yang diambil pada saat pelaksanaan ekshumasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (12/9).
Budi menjelaskan sampel tersebut harus diperiksa secara spesifik untuk memastikan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
"Kenapa ini waktunya cukup panjang, sampel yang diambil itu cukup banyak dari bagian-bagian yang dilaksanakan pada saat pelaksanaan ekshumasi, sehingga proses pemeriksaannya harus betul-betul spesifik dan secara keilmuan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Budi mengatakan Polda Metro Jaya akan menyampaikan perkembangan kasus tersebut setelah menerima hasil uji laboratorium dari Puslabfor Polri.
"Insyaallah dalam waktu yang tidak lama kami akan segera menyampaikan informasi terkait perkembangan yang kami peroleh pasca kami menerima hasil uji laboratorium dari Laboratorium Forensik Polri," kata Budi.
Sebelumnya, keluarga Sutrimo melalui kuasa hukumnya mendatangi Polda Metro Jaya pada Senin (31/8) untuk mengajukan permohonan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).
Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengatakan permohonan tersebut salah satunya berkaitan dengan hasil pemeriksaan ekshumasi yang belum diterima keluarga.
Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8). Kasus kematian Sutrimo telah naik ke tahap penyidikan, tetapi hingga ekshumasi dilakukan belum ada tersangka yang ditetapkan.
Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di depan sebuah klinik di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7). Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Penyebab kematian Sutrimo masih menjadi bagian dari penyidikan Polda Metro Jaya.
