Wamen ATR Duga Kebakaran Gedung ATR/BPN Karawang Berasal dari Lantai 2

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamen ATR/BPN, Ossy Dermawan saat meninjau langsung kebakaran yang melanda gedung kantor ATR/BPN Karawang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wamen ATR/BPN, Ossy Dermawan saat meninjau langsung kebakaran yang melanda gedung kantor ATR/BPN Karawang. Foto: Dok. Istimewa

Gedung Kantor Pertanahan (Kantah) atau ATR/BPN Karawang, Jawa Barat terbakar pada Rabu (14/10) malam. Wamen ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, meninjau langsung penanganan kebakaran tersebut.

"Pertama-tama, kami sangat prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi di Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang. Saya datang langsung malam ini untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik," kata Ossy, di lokasi kejadian.

Ia mengatakan Kementerian ATR/BPN kini fokus penanganan pascakebakaran, yakni pengamanan aset dan dokumen pertanahan.

"Prioritas pertama kami adalah keselamatan seluruh pegawai dan masyarakat, kemudian pengamanan aset serta dokumen pertanahan yang masih dapat diselamatkan," tambahnya.

Soal penyebab pasti kebakaran, Kementerian ATR/BPN menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan dan olah TKP kepada pihak kepolisian. Namun pihaknya menduga kobaran api berawal dari lantai dua gedung.

Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan (kiri) saat meninjau langsung kebakaran yang melanda gedung kantor ATR/BPN Karawang. Foto: Dok. Istimewa

"Api diduga berasal dari lantai dua gedung Kantah Karawang dan hingga Kamis (15/10) dini hari masih dalam proses penanganan petugas pemadam kebakaran," jelasnya.

Ia menegaskan Kementerian ATR/BPN berkomitmen menjaga hak-hak pertanahan masyarakat dan meminta jajarannya untuk secepat mungkin memulihkan pelayanan publik.

"Intinya kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu informasi resmi perkembangan layanan melalui saluran komunikasi resmi Kementerian ATR/BPN," tandas Ossy.