Pemanfaatan Limbah Kolam untuk Pertanian Berkelanjutan di Desa Tambaksari

Mahasiswa Universitas Diponegoro program studi Teknik Lingkungan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Raden Muhammad Fadhil Ichsan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tambaksari, Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik IDBU 33 Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk "Optimalisasi Pemanfaatan Air Limbah Tambak untuk Mendukung Pertanian Pekarangan Berbasis Circular Economy" kepada masyarakat dan kelompok pembudidaya ikan di Desa Tambaksari, Kabupaten Kendal, pada Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi pemanfaatan air limbah tambak sebagai sumber nutrisi bagi tanaman pekarangan sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular.
Desa Tambaksari merupakan salah satu sentra budidaya perikanan air tawar di Kabupaten Kendal dengan komoditas utama berupa ikan nila, gurame, dan lele. Aktivitas budidaya tersebut menghasilkan air limbah yang umumnya dibuang langsung ke saluran air tanpa dimanfaatkan kembali. Padahal, air limbah tambak masih mengandung unsur hara seperti nitrogen, fosfor, kalium, dan bahan organik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman apabila dikelola secara tepat.
Bertempat di BUMDes Perwitasari, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai konsep circular economy, yaitu pemanfaatan kembali sumber daya yang masih memiliki nilai guna untuk mengurangi timbulan limbah. Dalam sesi edukasi dijelaskan bahwa air limbah tambak yang masih layak dapat dimanfaatkan sebagai alternatif penyiraman tanaman pekarangan setelah melalui proses pengendapan selama 1–3 hari dan pengenceran menggunakan air bersih dengan perbandingan sekitar 1:2 hingga 1:3. Pemanfaatan dilakukan dengan menyiramkan air pada media tanam di sekitar perakaran tanaman serta menghindari kontak langsung dengan daun agar penyerapan nutrisi berlangsung lebih optimal.
Sebagai media pendukung, mahasiswa membagikan modul edukasi yang berisi penjelasan mengenai dampak pembuangan air limbah tambak terhadap lingkungan, kandungan nutrisi yang terdapat pada air limbah, langkah-langkah pemanfaatan yang aman, hingga contoh penerapan pada tanaman pekarangan seperti cabai, tomat, bayam, kangkung, sawi, terong, pepaya, dan pisang. Modul tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat untuk menerapkan pengelolaan air limbah tambak secara mandiri dan berkelanjutan.
Masyarakat dan kelompok pembudidaya ikan menyambut baik kegiatan edukasi ini karena memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan air limbah yang selama ini hanya dibuang begitu saja. Diharapkan kegiatan ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya melalui penerapan konsep circular economy.
