Aku Berjuang Karena Orang Tuaku

Mahasiswi Prodi Sistem Informasi Universitas Pamulang.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Fadhilah Annadwa Rambe tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak semua orang memulai hidup dengan kemudahan. Ada yang sejak kecil sudah akrab dengan keterbatasan, melihat orang tuanya bekerja keras setiap hari, dan belajar mengerti arti lelah lebih cepat dari usianya. Aku adalah salah satunya.
Sejak dulu, aku melihat bagaimana orang tuaku berjuang. Mereka mungkin tidak memakai jas rapi atau bekerja di ruangan ber-AC, tetapi keringat mereka adalah bukti cinta yang paling nyata. Setiap langkah mereka seperti selalu tertuju pada satu harapan: agar anaknya kelak bisa hidup lebih baik daripada mereka.
Aku tumbuh dengan menyaksikan pengorbanan itu. Dari bangun subuh, pulang saat hari hampir gelap, hingga tetap tersenyum meski tubuh lelah. Tidak jarang mereka menyembunyikan capeknya agar aku tetap merasa aman dan tenang. Dari situlah aku belajar, bahwa cinta orang tua sering kali tidak banyak kata, tetapi penuh tindakan.
Ketika lelah belajar, ketika tugas terasa menumpuk, ketika hidup terasa berat, aku sering teringat wajah orang tuaku. Aku teringat bagaimana mereka tidak pernah menyerah meski keadaan sering memaksa. Dari merekalah aku belajar tentang bertahan, tentang tidak mudah mengeluh, dan tentang terus melangkah meski pelan.
Banyak orang bertanya, apa yang membuatku tetap berjuang sampai hari ini. Jawabannya sederhana: orang tuaku. Aku ingin suatu hari nanti mereka bisa beristirahat dengan tenang. Aku ingin menjadi alasan mereka tersenyum dengan bangga. Aku ingin membuktikan bahwa semua lelah mereka tidak sia-sia.
Perjuanganku hari ini mungkin belum terlihat besar. Aku masih belajar, masih jatuh bangun, masih sering ragu pada diri sendiri. Namun aku percaya, setiap langkah kecil ini adalah bagian dari jawaban atas doa-doa panjang yang diam-diam selalu mereka panjatkan.
Aku berjuang bukan hanya untuk diriku sendiri. Aku berjuang untuk orang tuaku yang sejak awal tidak pernah lelah memperjuangkan aku.
