Asap Tebal Tutupi Tol Pejagan: Dari Kebakaran Lahan, Pengendara Sempat Berhenti

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas saat memadamkan api di area persawahan di sekitar ruas Jalan Tol Pejagan KM 248, Kabupaten Brebes yang menyebabkan asap tebal di jalan tol.
 Foto: Dok. Polres Brebes
zoom-in-whitePerbesar
Petugas saat memadamkan api di area persawahan di sekitar ruas Jalan Tol Pejagan KM 248, Kabupaten Brebes yang menyebabkan asap tebal di jalan tol. Foto: Dok. Polres Brebes

Asap tebal menyelimuti ruas Jalan Tol Pejagan KM 248, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, hingga menghalangi jarak pandang pengendara. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan kecelakaan.

Dalam video yang diunggah akun humasbrebes, terlihat seorang pengendara mobil berhenti di tengah jalan tol karena jarak pandangnya terhalang asap tebal. Asap diduga berasal dari kebakaran lahan di sekitar ruas tol.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengatakan, asap tersebut berasal dari kebakaran area persawahan di sekitar Jalan Tol Pejagan KM 248, Kabupaten Brebes, Kamis (23/7).

"Setibanya di lokasi, petugas mendapati titik api disertai kepulan asap yang berpotensi menyebar dengan cepat akibat cuaca yang panas dan tiupan angin yang cukup kencang," ujar Artanto, Minggu (26/7).

Kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) dikerahkan untuk membantu proses pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Tidak ada kecelakaan akibat peristiwa tersebut.

"Keberhasilan personel Polres Brebes mengendalikan api patut diapresiasi. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kita semua dapat mencegah agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi," jelas dia.

Petugas saat memadamkan api di area persawahan di sekitar ruas Jalan Tol Pejagan KM 248, Kabupaten Brebes yang menyebabkan asap tebal di jalan tol. Foto: Dok. Polres Brebes

16 Kebakaran Lahan di Jateng

Artanto menyebut, dalam kurun waktu tanggal 1 hingga 11 Juli 2026 terjadi 16 peristiwa kebakaran lahan di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Objek yang terbakar antara lain lahan tebu di Batang, Kudus, Pati, dan Sragen. Kebakaran juga terjadi di lahan kosong, tempat pembuangan sampah, kawasan fasilitas publik, hingga kawasan hutan Perhutani di Karanganyar.

"Bahkan, salah satu kejadian di Kabupaten Batang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia akibat kelalaian saat membakar lahan tebu," imbuh dia.

Berkaca dari sejumlah peristiwa tersebut, Artanto meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Sebab, selama musim kemarau, api lebih cepat membesar dan merambat ke area lain.

"Jangan membakar lahan karena api cepat membesar dan merambat. Apabila melihat adanya titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada kepolisian, pemadam kebakaran, atau instansi terkait agar dapat segera ditangani," kata Artanto.