Mu'ti Ungkap Alasan Buku Pelajaran Siswa Diperbarui: Perubahan Standar-Muat STEM

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pemerintah tengah memperbarui buku teks yang digunakan siswa di Indonesia. Pembaruan dilakukan seiring perubahan standar isi pendidikan.

Mu’ti menjelaskan penulisan ulang buku teks sebenarnya telah direncanakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebelum adanya arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Buku teks itu kan ada dua kategori. Ada buku teks yang memang menjadi mata pelajaran langsung, ada buku teks yang dia tidak merupakan mata pelajaran langsung. Nah buku-buku itu memang kami sebelum ada arahan Bapak Presiden kami memang sudah ada perencanaan untuk melakukan penulisan ulang buku-buku teks selama ini yang dipakai,” kata Mu’ti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Siluet siswa saling bersalaman saat hari pertama masuk sekolah di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi, Kota Cimahi, Jawa Barat, Senin (30/3/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

Menurut Mu’ti, salah satu alasan buku-buku tersebut perlu disusun ulang adalah perubahan standar isi di lingkungan Kemendikdasmen.

“Buku-buku itu kami susun ulang karena pertama ada perubahan standar isi dalam standar isi di kementerian kita itu,” ujarnya.

Selain mengikuti perubahan standar isi, pembaruan dilakukan agar materi selaras dengan kebijakan pembelajaran mendalam (deep learning).

“Yang kedua itu disesuaikan dengan pembelajaran mendalam sebagai kebijakan pendekatan pembelajaran,” kata Mu’ti.

Mu’ti mengatakan pemerintah juga akan memberikan penekanan pada pendidikan nilai dan karakter serta STEM dalam buku-buku pelajaran.

“Kemudian yang ketiga, itu setiap buku itu harus mengandung di dalamnya muatan pendidikan nilai dan pendidikan karakter serta STEM. Jadi perubahan itu memang sudah kami rencanakan karena ada perubahan standar isi, menyesuaikan dengan pembelajaran mendalam, penekanan pada STEM sesuai arahan Pak Presiden, dan ada penekanan juga di situ pendidikan nilai dan pendidikan karakter,” tutur Mu’ti.

Suasana hari pertama masuk sekolah di SDN 07 Pondok Bambu, Jakarta Timur, pada Senin (14/7). Foto: Abid Raihan/kumparan

Mu’ti memastikan proses pembaruan buku pelajaran telah dimulai. Kemendikdasmen juga telah mengevaluasi buku-buku yang selama ini digunakan siswa.

“Sudah mulai kita lakukan sekarang. Sudah mulai kita lakukan, evaluasi bukunya kan sudah berjalan, dan beberapa buku juga sudah siap untuk nanti dicetak,” katanya.

Meski demikian, Mu’ti belum menetapkan target penyelesaian seluruh buku pelajaran hasil penyusunan ulang tersebut.

“Berjalan aja belum ada target,” ujar Mu’ti.

Prabowo bersama anak-anak sekolah. Foto: Dok. Istimewa

Prabowo Minta Buku Pelajaran Dievaluasi

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto disebut meminta agar kualitas buku pelajaran bagi siswa Indonesia diperbarui. Arahan itu kemudian ditindaklanjuti dengan mengevaluasi buku-buku pelajaran yang ada saat ini.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan perhatian Prabowo terhadap pembaruan buku pelajaran berawal dari kunjungannya ke sejumlah sekolah.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo meninjau langsung buku-buku pelajaran yang digunakan siswa dan menemukan sejumlah hal yang perlu diperhatikan.

“Saat mengecek buku pelajaran, itu beliau lihat satu persatu, kemudian kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD khususnya bacanya sangat dekat, kemudian ya kalau dibaca kurang baik. Sehingga atas dasar itu, beliau mau cek buku-buku dari SD sampai SMA semuanya,” kata Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (7/8).

Menurut Teddy, setelah mempelajari buku-buku pelajaran yang digunakan di Indonesia, Prabowo menginstruksikan agar dilakukan perbandingan dengan buku ajar dari negara-negara tetangga sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas buku pelajaran nasional.