Siswa di Cirebon Keracunan usai Santap MBG, BGN Langsung Suspend SPPG

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siswa SDN Jati Asih X menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jati Asih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026). Foto: Darryl Ramadhan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Siswa SDN Jati Asih X menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jati Asih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026). Foto: Darryl Ramadhan/ANTARA FOTO

Puluhan siswa dari sejumlah sekolah di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mengalami mual, muntah, sakit perut, hingga diare pada Selasa (20/10). Gejala tersebut muncul setelah mereka mengkonsumsi makanan dari program MBG.

Sejumlah siswa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Siloam Putera Bahagia Cirebon sempat dipadati pasien hingga penanganan meluas ke area lorong.

Sebagian siswa lainnya dirujuk ke RST Ciremai, RSUD Gunung Jati, dan RS Pelabuhan.

Banyaknya pasien yang datang juga menyebabkan kepadatan lalu lintas di Jalan Ciremai Raya akibat mobilitas ambulans yang mengevakuasi para siswa.

Siswa menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) prasmanan di MI NU Matholi'ul Falah, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (9/10/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Makanan Berbau Tak Sedap

Dugaan keracunan mencuat setelah sejumlah orang tua mendapati anak mereka mengalami gejala sakit sepulang sekolah.

Dony Armando, salah satu orang tua siswa, mengatakan anaknya mulai mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu MBG saat jam istirahat. Menurut cerita anaknya, makanan yang disajikan mengeluarkan aroma tak sedap.

“Menurut pengakuan anak, sayurnya sudah bau. Sayur sop, tapi sopnya telur puyuh,” ujar Dony saat ditemui di rumah sakit, Selasa (20/10).

Agus Bachtiar, orang tua siswa TK Teratai, juga mengatakan anaknya mengalami muntah dan diare setelah menyantap makanan dari penyedia yang sama.

“Habis makan kok muntah-muntah. Banyak juga yang dari SD mengalami hal serupa. Rata-rata kiriman dari SPPG yang belakang pom bensin itu,” kata Agus.

Agus meminta pihak berwenang mengusut kejadian tersebut dan memeriksa seluruh rantai pengolahan hingga distribusi makanan.

4 Sekolah dan 2 Guru Terdampak

Berdasarkan data sementara dalam laporan awal, siswa yang mengalami gejala tersebut berasal dari empat sekolah di kawasan Kalijaga, yakni SD Taman Kalijaga Permai, SD Kalijaga Permai, TK Teratai, dan TK Harapan Bangsa.

Dua guru dari SD Kalijaga Permai juga dilaporkan mengalami gejala serupa.

Makanan yang dikonsumsi para siswa diduga berasal dari SPPG Harjamukti-Kalijaga 05, yang dikelola Yayasan Tri Bakti Pertiwi. Dapur penyedia MBG tersebut berlokasi di belakang SPBU Kalijaga Permai.

Penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa belum diketahui. Hasil pemeriksaan sampel makanan dan investigasi pihak berwenang diperlukan untuk memastikan apakah kejadian tersebut berkaitan dengan makanan yang disajikan.

video from internal kumparan
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana. Foto: Dok. BGN

BGN Suspend SPPG

Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi suspend berat terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Harjamukti-Kalijaga 05 di Kota Cirebon, Jawa Barat, menyusul dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan tim pengawasan telah dikirim untuk menyelidiki insiden tersebut. BGN juga memerintahkan pencopotan sementara Kepala SPPG dan ahli gizi yang bertugas di unit tersebut.

“Sudah kami suspend berat, Mas. Tim Tauwas sudah on the way untuk melakukan investigasi,” kata Ketut saat dikonfirmasi, Rabu (21/10).

Ia mengatakan, langkah tersebut merupakan tindakan internal sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan. BGN tidak menutup kemungkinan memutus hubungan kerja dengan mitra pengelola atau menjatuhkan suspend permanen.

“Untuk sementara pimpinan memerintahkan mencopot Kepala SPPG dan Ahli Gizinya. Untuk sementara tindakan internal yang kita lakukan. Nanti kita lihat hasilnya pemeriksaan, tidak menutup kemungkinan akan dilaksanakan pemutusan hubungan kerja dengan Mitra atau suspend permanen,” ujarnya.

Ketut menambahkan, BGN saat ini memprioritaskan pemulihan kesehatan para siswa dan penerima manfaat lain yang terdampak.

“Kami lagi fokus untuk penyelamatan penerima manfaat yang terdampak untuk dilakukan pemulihan kesehatannya,” katanya.