Konten dari Pengguna

Roblox: Hiburan Virtual untuk Mahasiswa Sibuk, dari Healing hingga Teman Ngobrol

Fadli Ardi Ansyah

Fadli Ardi Ansyah

Fadli Ardi Ansyah, mahasiswa manajemen UMY yang aktif di GESFID, Youthpreneur, dan KSPM. Ia memiliki minat pada bisnis, pemasaran, serta manajemen operasional, dengan prestasi Top 3 Business Idea Competition Vessel Program 2025.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fadli Ardi Ansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai mahasiswa semester 5 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) jurusan Manajemen, aktivitas kuliah dan magang membuat hari-hari saya terasa padat. Kesibukan itu sering kali menyulitkan saya untuk sekadar mencari hiburan atau healing di luar ruangan. Namun, saya menemukan cara sederhana sekaligus menyenangkan untuk melepas penat, yaitu dengan bermain game Roblox.

Bagi sebagian orang, Roblox mungkin dianggap permainan anak-anak, padahal bagi saya game ini justru menyimpan banyak manfaat. Lewat Roblox, saya bisa melakukan hal-hal yang sulit dilakukan di dunia nyata ketika waktu terbatas. Saya bisa mendaki gunung, melihat pemandangan, atau sekadar berjalan santai secara virtual. Meski tidak benar-benar dilakukan secara fisik, pengalaman tersebut cukup untuk membuat pikiran terasa lebih ringan dan stres pun berkurang.

Lebih dari itu, Roblox juga memberikan ruang untuk bersosialisasi. Saya sering menemukan teman baru, berbincang santai, bahkan curhat mengenai aktivitas sehari-hari. Kehangatan interaksi tersebut membuat Roblox terasa seperti ruang sosial virtual yang lebih hidup dibanding sekadar media sosial biasa. Selain itu, kehadirannya juga menjadi hiburan yang murah dan praktis. Dengan perangkat sederhana dan koneksi internet, saya bisa mengakses berbagai pengalaman tanpa harus mengeluarkan biaya mahal.

Pemandangan sunset di map Relapse karya UnspokenWords di Roblox, menghadirkan suasana menenangkan layaknya healing virtual bagi pemain. (Sumber: Dokumentasi pribadi penulis)

Menariknya lagi, Roblox bukan hanya soal bermain. Platform ini juga membuka kesempatan untuk melatih kreativitas. Penggunanya bisa merancang dunia sendiri, menciptakan permainan, bahkan belajar dasar-dasar desain game. Hal itu membuat saya sadar bahwa hiburan digital tidak selalu identik dengan hal negatif, justru bisa menjadi sarana belajar yang menyenangkan.

Bagi saya pribadi, Roblox hadir sebagai solusi hiburan virtual yang mampu menemani hari-hari sibuk. Ketika badan lelah karena aktivitas kuliah dan magang, saya tetap bisa mendapatkan hiburan, bahkan sekadar mencari teman ngobrol. Dari healing sederhana hingga melatih kreativitas, Roblox membuktikan bahwa game dapat memberi dampak positif, terutama bagi mahasiswa yang membutuhkan ruang untuk melepaskan penat di tengah padatnya rutinitas.