Konten dari Pengguna

Bentuk Masyarakat Yang Harmonis Menurut Karl Marx

Ahmad Fadli Fathurrohman

Ahmad Fadli Fathurrohman

Merupakan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Program studi Hukum Pidana Islam dan merupakan salah satu mahasiswa yang tertarik dalam hal penulisan.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ahmad Fadli Fathurrohman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber : https://pixabay.com/id/photos/ansambel-karl-marx-monumen-1396080/
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : https://pixabay.com/id/photos/ansambel-karl-marx-monumen-1396080/

Karl Marx merupakan salah satu peminpin sekaligus pemikir yang sangat berpengaruh di dunia, yang di mana beliau banyak sekali menulis berbagai karya yang dikenal dunia.

Dalam satu karyanya yang terkenal beliau secara tidak langsung menyinggung Indonesia dengan kutipan "Lihatlah masyarakat Asia Tenggara".

Dalam pembahasannya masyarakat asia tenggara dikatakan sebagai masyarakat yang ideal,mengapa demikian. Berikut Pembahasanya.

Masyarakat Indonesia Ideal Karena Gotong Royong.

Salah satu alasan mendasar mengapa masyarakat Indonesia ideal sebelum demokrasi, dikatakan bahwa karena Indonesia gotong royong, hal tersebut dikutip dalam buku "History of Java" Karya Thomas Raffles.

Yang di mana menurut karl Marx contoh gotong royong tersebut merupakan contoh dari tujuannya sistem yang dibuatnya.

Bahkan menurut beliau walaupun tidak ada pemerintahan pun masyarakat yang mempunyai sistem gotong royong bahkan tidak punya uang pun dapat hidup bahagia.

Dari hal tersebut dapat dilihat bahwa pada dasarnya Indonesia merupakan negara yang masyarakatnya berpotensi menjadi ideal dan dapat menjadi contoh bagi negara lainnya.

Hakikat Gotong Royong

Dari Penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa Karl Marx sangat tertarik pada budaya gotong royong di Indonesia, yang artinya budaya tersebut berpotensi pada kemajuan Indonesia.

Gotong Royong sendiri dapat diartikan sebagai sebuah semangat masyarakat yang saling membantu satu sama lain demi terwujudnya tujuan bersama.

Dalam pancasila gotong royong merupakan tujuan yang langsung di muat pada dasar negara pancasila, hal tersebut dimuat dalam sila ketiga pancasila yang berbunyi "Persatuan Indonesia".

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa budaya gotong royong masyarakat Indonesia merupakan suatu hal yang menarik untuk Karl Marx.

Hal tersebut karena gotong royong dalam masyarakat Indonesia merupakan suatu persatuan yang utuh, sehingga masyarakat dapat menjadi ideal seperti yang dikatakan oleh Karl Marx.

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa gotong royong merupakan budaya yang sangat bagus demi kemajuan dan masa depan Indonesia.

Maka dari itu penting bagi generasi muda untuk selalu melestarikan budaya ini demi tujuan bangsa Indonesia.