Kehidupan Manusia Jika Hidup Tanpa Listrik

Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan
Tulisan dari Fahbi Hidayanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejujurnya, orang tidak bisa membayangkan hidup tanpa listrik walau sesekali kita pasti pernah mengalami pemadaman listrik. Apa yang dapat menjamin agar aliran listrik itu tetap menyala, dan tiba - tiba mati untuk selamanya?
Pada 2050, urbanisasi dan industrialisasi bakal terus ada, mungkin jauh lebih pesat dari pada sebelumnya dan gaya hidup baru orang - orang untuk menggunakan peralatan serba elektrik bakal semakin penting diketahui soal pemakaian listrik, konsumsi rumah tangga adalah yang juaranya. Meski begitu, ada sekitar 50 ribu lebih rumah tangga di Indonesia yang belum terdiri listrik.
Kamu mesti membayangkan ini, Indonesia punya geografi negara yang unik sebuah kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau jelas adalah tantangan tersendiri jalan membangun infrastruktur elektrifikasi nasional. Tidak mudah dengan membangun infrastruktur listrik ke wilayah tertentu disebagai Indonesia Timur.
Pasalnya, wilayah - wilayah yang belum terjangkau listrik tersebut berada di kawasan terpencil dengan kondisi medan yang sulit, tapi dalam 6 tahun terakhir rasio elektrifikasi itu sudah meningkat.
Dari sekitar 84 persen pada 2014 kini sudah 99,20 persen wilayah di Indonesia yang tercatat mendapat pasokan listrik, meski mencapai 100 persen rasio elektrifikasi juga bukan segalanya karena masih akan ada masalah kualitas keberlanjutan dan kemanfaatan akses energi listrik untuk ekonomi yang produktif setelahnya.
Pemanfaatan energi terbarukan untuk listrik membuat salah satu strategi penting dan merupakan momentum yang baik, ini seperti mendayung perahu dua pulau terlampaui ada beberapa alasan:
Pertama Indonesia kaya akan sumber potensi untuk energi terbarukan namun belum optimal dimanfaatkan sebab pemanfaatan energi baru dan terbarukan Indonesia saat ini 11 persen baru separuhnya dari target 23 persen pada 2025 setidaknya ada potensi sekitar 422 Giga Watt hour dari sumber energi terbarukan yang dapat diolah dan menghasilkan listrik, itu setara hampir 6 kali lipat dari konsumsi listrik kita saat ini.
Kedua energi terbarukan dapat membantu di wilayah - wilayah yang tidak terjangkau listrik dan tidak tersedia sumber energi primer soalnya Indonesia membutuhkan investasi sekitar 43,7 miliar dolar jaringan transmisi dan distribusinya. Ongkos yang besar itu punya alternatif lain dengan mengoptimalkan listrik dari sumber energi terbarukan.
Ketiga proyek energi terbarukan bisa buat solusi untuk pemulihan sesudah panen Covid-19, ambil contoh pemasangan pembangkit listrik tenaga surya atap misalnya selain dapat menyerap tenaga kerja baru proyek ini juga bisa memangkas listrik dalam jangka panjang kalau hal ini terus didorong bukan hanya jaminan aman kebutuhan listrik, tapi juga transisi ke energi yang bersih. Artinya, Indonesia sebenarnya memiliki potensi diversifikasi energi yang sangat baik, cuma itu tergantung dengan kita semua mau dimanfaatkan dengan baik atau tidak dan perlu banyak sekali inovasi untuk mendorongnya.
