Mahasiswa KKN UMY Gelar Pelatihan Batik Tie Dye, Warga Nampan Antusias Mengikuti

Seorang Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Percaya kalau setiap pengalaman, sekecil apa pun, selalu layak untuk diceritakan.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari faiqa oktalianur tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mahasiswa KKN Reguler - 036 UMY menggelar pelatihan batik tie dye bagi warga Padukuhan Nampan, Kulon Progo. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga membuka peluang usaha rumahan bagi masyarakat.
Mahasiswa KKN Reguler - 036 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar pelatihan pembuatan batik tie dye bagi warga Padukuhan Nampan, Kalurahan Nomporejo, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat sekaligus membuka peluang usaha berbasis ekonomi kreatif.

Pelatihan yang diikuti oleh 29 peserta ini didominasi oleh ibu-ibu PKK dan anggota Karang Taruna. Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan teknik dasar pembuatan batik tie dye, mulai dari melipat kain, mengikat dengan karet, hingga proses pewarnaan yang menghasilkan motif unik dan menarik.
Setelah sesi penyampaian materi, para peserta langsung mempraktikkan pembuatan batik tie dye dengan pendampingan dari mahasiswa KKN. Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat mencoba berbagai variasi motif dan warna pada kain.
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, pemahaman peserta mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata dari 60 sebelum pelatihan menjadi 86 setelah pelatihan. Selain itu, sekitar 92% peserta mampu membuat batik tie dye secara mandiri dan 83% hasil karya yang dihasilkan dinilai memiliki potensi untuk dipasarkan di tingkat lokal.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN berharap keterampilan yang diperoleh warga dapat terus dikembangkan menjadi usaha kreatif rumahan yang mampu memberikan nilai tambah serta mendukung peningkatan perekonomian masyarakat di Padukuhan Nampan.
