Pengabdian Masyarakat, Cara Dosen Dan Mahasiswa Berkontribusi Nyata

Ph.D. Student Universitas Gadjah Mada, Dosen Muda Di Departemen Teknologi Lab. Medis STIKes Bina Cipta Husada
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Fajar Husen tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Berkontribusi nyata, adalah kata yang menjadi motivasi bagi kami seorang dosen di Perguruan Tinggi (PT), baik negeri atau swasta. Dosen memiliki tuntutan dalam pekerjaannya yaitu memenuhi Tri Dharma PT, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Memang secara narasi seperti hal yang mudah untuk dilakukan, namun kenyataanya sangat bertolak belakang. Dosen selain dituntut untuk melakukan penelitian dengan kebutuhan dana/ funding yang terkadang sangat minimal, tidak mencukupi, dan bahkan seringkali kurang, juga dihadapkan dengan kontribusi nyata yang harus diberikan kepada masyarakat atas pengembangan ilmu pengetahuan yang telah dilakukan.
Bagi kami dosen PT swasta kecil dengan jumlah mahasiswa yang tidak terlalu banyak membutuhkan usaha yang besar. Bahkan pendanaan untuk pengabdian masyarakat seringnya dilakukan secara mandiri. Namun, hal tersebut tidak menjadi halangan yang membuat dosen berhenti untuk bermanfaat. Pengabdian masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara, tidak harus selalu menyediakan dan mengembangkan teknologi yang tepat guna untuk diaplikasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Pengabdian masyarakat dapat dilakukan dengan dimulai dari hal yang kecil seperti melakukan penyuluhan dan sosialisasi rutin.

Penyuluhan dan sosialisasi rutin dapat menjadi salah satu sarana untuk mengukur dan menilai tingkat pengetahuan masyarakat. Penyuluhan dapat dilakukan sesuai kondisi terkini, atau permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat tempat dilakukannya kegiatan. Tidak hanya dosen, peran mahasiswa aktif juga dapat dilibatkan pada kegiatan penyuluhan ini. Hal tersebut dapat menjadi sarana mengenalkan kepada mahasiswa bagaimana cara bersosialisasi dan memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat, dan memberikan edukasi kepada mahasiswa bagaimana cara menyikapi permasalahan yang sedang dialami oleh masyarakat.
Sebagai dosen sarjana terapan teknologi laboratorium medis (TLM), kegiatan yang dapat saya lakukan tidak hanya sebatas penyuluhan atau sosialisasi. Tetapi saya rangkum dengan kegiatan lain seperti pemeriksaan gratis untuk masyarakat yang sudah kami targetkan, seperti lansia, atau anak-anak. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat yang mungkin memiliki kesulitan atau keterbatasan secara finansial, pemeriksaan gratis yang kami sediakan diharapkan juga menjadi sarana pembelajaran langsung atau praktik langsung yang dapat dilakukan oleh mahasiswa. Mahasiswa dapat belajar bagaimana cara berkomunikasi efektif dengan masyarakat, bagaimana cara menyikapi keluhan pasien yang diperiksa, cara memberikan edukasi kesehatan secara langsung melalui konsultasi, ataupun melatih bagaimana cara melakukan pemeriksaan yang baik.
Sebagai seorang dosen, saya sangat bersyukur dengan adanya salah satu kegiatan dari Tri Dharma PT ini. Walaupun kesulitan itu pasti ada, namun apabila kita memiliki kemauan yang besar, semangat pantang menyerah, dan keikhlasan dalam menjalankan kegiatan yang dilakukan, maka hal tersebut akan mempermudah segalanya. Harapannya bagi para dosen muda di luar sana, bahwa kegiatan pengabdian masyarakat perlu ditingkatkan, tidak harus berupa hal besar, namun hal kecil dan sederhana yang dibutuhkan masyarakat pun akan memberikan kontribusi dan manfaat yang besar nantinya. Walaupun mungkin pendanaan terbatas, tenaga yang terbatas karena tugas struktural di kampus, atau karena tuntutan beban kinerja dosen yang semakin banyak, namun dengan bekerjasama bersama mahasiswa hal tersebut akan sangat mengurangi tekanan yang ada. Senyum tulus dari mahasiswa dan masyarakat yang kita bantu akan memberikan kepuasan dan keberkahan tersendiri.
