Mahasiswa BBK 8 UNAIR Gelar SIGAP GIZI, Cegah Stunting Sejak Dini
Tulisan dari Fania Tiara Berliana M tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan gizi masih menjadi tantangan dalam upaya mencegah stunting di Desa Gading Wetan, Kabupaten Probolinggo. Padahal, pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Menyikapi hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Program SIGAP GIZI (Sinergitas Gerakan Pemantauan dan Peningkatan Gizi) sebagai langkah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (4/8/2026) di Posyandu Anggrek, Dusun Blimbing, Desa Gading Wetan tersebut menyasar masyarakat Dusun Blimbing dan Dusun Janggleng. Pelaksanaan melibatkan mahasiswa BBK 8 UNAIR, bidan desa, perawat desa, kader Posyandu Anggrek, serta masyarakat setempat.
Penanggung jawab kegiatan, Fitria Rahmadani, menjelaskan bahwa SIGAP GIZI menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan pentingnya pemenuhan gizi sejak masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya, edukasi tersebut diperlukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pemenuhan kebutuhan gizi ibu dan anak.
“Seribu Hari Pertama Kehidupan merupakan periode yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Melalui Program SIGAP GIZI, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang sebagai langkah awal dalam mencegah stunting,” ujarnya.
Edukasi secara Interaktif
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan lembar balik dan leaflet sebagai media penyampaian informasi. Edukasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama peserta. Melalui sesi tersebut, masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan seputar kebutuhan gizi keluarga, pemilihan bahan makanan, hingga pemberian makanan bagi bayi dan balita.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Sebanyak 33 peserta Posyandu Anggrek mengikuti rangkaian edukasi dan aktif berdiskusi bersama mahasiswa serta tenaga kesehatan desa.
Tidak hanya diberikan kepada peserta, media edukasi yang digunakan juga dimanfaatkan untuk mendukung keberlanjutan kegiatan. Leaflet dibawa pulang oleh peserta sebagai bahan informasi yang dapat dipelajari kembali, sedangkan lembar balik diserahkan kepada tenaga kesehatan desa untuk digunakan dalam kegiatan Posyandu berikutnya.
Fitria berharap media tersebut dapat membantu menjaga keberlanjutan edukasi meskipun kegiatan SIGAP GIZI telah selesai dilaksanakan. “Lembar balik yang kami serahkan kepada tenaga kesehatan desa diharapkan dapat terus digunakan dalam kegiatan Posyandu berikutnya, sedangkan leaflet dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menerapkan pola makan bergizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Melalui SIGAP GIZI, mahasiswa BBK 8 UNAIR berharap masyarakat dapat menerapkan pengetahuan mengenai pemenuhan gizi secara berkelanjutan, khususnya dalam mendukung kesehatan ibu dan anak. Edukasi yang dilakukan bersama tenaga kesehatan dan kader Posyandu diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam mendukung upaya pencegahan stunting di Desa Gading Wetan.
Sebagai informasi, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 2 (Zero Hunger), SDGs 3 (Good Health and Well-Being), SDGs 4 (Quality Education), serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals).

