Konten dari Pengguna

GIAT 12 UNNES Dampingi UMKM Desa Gogodalem Gunakan QRIS untuk Pembayaran Digital

Fanny Marizka

Fanny Marizka

Seorang mahasiswi semester 6 di Program Studi Sastra Inggris, Universitas Negeri Semarang, yang selalu meluangkan waktunya menulis fiksi dan nonfiksi, serta ketertarikannya menjadi penerjemah bahasa Inggris untuk menjelajahi setiap ruang dunia

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fanny Marizka tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kabupaten Semarang – Berbagai inovasi dan bisnis di kecepatan teknologi atau jaringan internet kini menjadi peluang besar bagi para pengusaha. Selain itu, desain dan kemasan bukan menjadi kepuasan konsumen lagi, melainkan cara pembayaran yang memudahkan mereka. Tanpa kesulitan mencari uang pas atau kerepotan membawa banyak uang tunai. Pembayaran yang cepat dan mudah mendorong para pengusaha lokal mengubah transaksi pembayaran menjadi digital. Seperti para pelaku UMKM di Desa Gogodalem, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang ikut beradaptasi ke sistem pembayaran nontunai dari penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard).

Perekonomian yang didukung QRIS sebagai cara pembayaran nontunai turut memengaruhi grafik penjualan atau usaha, di mana membawa perubahan dari kondisi sebelumnya. Melalui observasi dan pengamatan pada UMKM Unggulan di Desa Gogodalem, yaitu Krippis (Keripik Pisang), Riski Agung Meubel Interior, Merbabu Gulo Kacang, Bumdes Sumber Makmur, dan lain-lain. Tiga mahasiswa jurusan Manajemen, yaitu Dinda, Widya, dan Bayu dari GIAT 12 UNNES (Universitas Negeri Semarang), menjelaskan jika pembayaran yang mudah menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya tarik pelanggan, karena lebih efesien dan tidak merepotkan saat berbelanja.

Penyerahan QRIS kepada Ibu Rusmawati sebagai penanggung jawab Bumdes Sumber Makmur, Desa Gogodalem, Kec. Bringin, Kab. Semarang (5-6/8/2025). Dok. Dinda Amelya
zoom-in-whitePerbesar
Penyerahan QRIS kepada Ibu Rusmawati sebagai penanggung jawab Bumdes Sumber Makmur, Desa Gogodalem, Kec. Bringin, Kab. Semarang (5-6/8/2025). Dok. Dinda Amelya

Mereka setia memberikan pendampingan serta arahan pembuatan QRIS, dan permintaan sertifikat logo halal pada salah satu UMKM makanan tercapai. Satu per satu dari pemintaan data, seperti nomor telepon dan identitas dikumpulkan selama 3 hari, lalu dilanjutkan proses pembuatan rekening yang menerima transaksi melalui Bank BTN cabang Gunungpati. Para pelaku UMKM juga mendapatkan kata sandi untuk pengecekan saldo atau mengakses keuangan. Pendampingan diberikan secara perlahan dalam menggunakan transaksi digital serta dua aplikasi, yang berperan membantu pencatatan pemasukan dan pengeluaran lebih teratur.

Tempat mengelola keuangan atau memantau pemasukan dapat diakses di aplikasi Bale, sedangkan aplikasi BTN Merchant berguna untuk melihat riwayat transaksi pembayaran. Selain mendapatkan buku rekening, fasilitas lengkap lainnya berupa mobile banking, kartu ATM, serta QRIS dalam bentuk fisik menjadi bagian pendukung utama yang memudahkan pelanggan memindai barcode. Lalu peningkatan UMKM berlanjut dengan pengurusan sertifikat logo halal pada Krippis (Keripik Pisang). Bersama tim survei, mereka memenuhi data seperti bahan-bahan produksi, waktu kedaluwarsa hingga mengamati proses pembuatan. Tahap selanjutnya pengisian formulir yang akan diajukan kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH).

Proses produksi Krippis oleh Ibu Siti Nastainah untuk pengajuan sertifikat logo halal, Desa Gogodalem, Kec. Bringin, Kab. Semarang (1/8/2025). Dok. Dinda Amelya

Dampak nyata dari adanya bantuan ketiga mahasiswa ini terlihat dari respons pemilik Krippis (Keripik Pisang). Ia menyampaikan kelegaannya jika pelanggan dapat bertransaksi lebih mudah, pemasukan dapat tercatat lebih jelas, dan tidak ragu untuk memperluas usahanya terjangkau ke berbagai wilayah setelah produknya memperoleh logo halal. Bahkan para pelaku UMKM lainnya merasa terbantu dan turut memberikan kebahagiannya, di mana tidak membuat kerepotan harus mencari uang kembalian, sehingga proses jual beli lebih cepat dan mudah.

Keterlibatan ketiga mahasiswa GIAT 12 UNNES ini pun tidak hanya membuka akses baru terhadap pembayaran digital, tetapi juga menghadirkan pengalaman berharga dalam memahami tantangan UMKM untuk beradaptasi dengan teknologi. Mereka juga berharap pengalaman bersama dapat mendorong banyak UMKM di Desa Gogodalem semakin berani melangkah ke perubahan modern, sehingga terciptanya pertumbuhan ekonomi yang mampu bersaing dengan produk lainnya.

TIM UNNES GIAT 12 Desa Gogodalem